BREAKING NEWS

ADA APA DENGAN GRESIK? Proyek Kapling 'Rasa' Perumahan di Kedamean Diduga Bodong, Para Pejabat Dinas Kompak "Gagu" dan Lempar Tanggung Jawab!

GRESIK || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Praktik pembangunan kapling yang disulap menyerupai kawasan perumahan di wilayah Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, kini memicu polemik panas. Proyek yang diduga kuat belum mengantongi restu legalitas alias tak berizin ini semakin mencurigakan lantaran para pemangku kebijakan di tingkat Dinas justru memilih bungkam dan mempertontonkan drama "oper bola" tanggung jawab saat dikonfirmasi tim media, Kamis (07/05/2026).

​Ironisnya, meski pengembang sudah mulai memoles lahan dengan infrastruktur jalan dan petak-petak rapi layaknya perumahan formal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik seolah menutup mata. Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, baik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) maupun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik, belum ada yang berani memberikan jawaban tegas terkait status izin proyek tersebut.

Pejabat Saling Sikut, Rakyat Jadi Korban?
​Bukannya memberikan klarifikasi transparan sebagai bentuk pelayanan publik, para Kepala Dinas terkait justru terkesan saling lempar tanggung jawab. Saat dimintai keterangan, masing-masing pihak justru mengarahkan awak media untuk bertanya ke dinas lain. Sikap "buang badan" ini sontak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan "main mata" atau lemahnya pengawasan terhadap pengembang nakal.

Di lapangan, aktivitas pemasaran unit kapling dikabarkan terus berjalan tanpa hambatan. Hal ini tentu menjadi ancaman bagi konsumen yang tergiur harga murah namun berisiko tersangkut masalah hukum di kemudian hari.

​"Seharusnya ada penjelasan terbuka dari pemerintah. Jangan sampai masyarakat membeli kapling yang nantinya bermasalah soal izin. Kami butuh kepastian, bukan aksi saling bungkam begini!" cetus salah satu warga sekitar dengan nada kesal.

Ancam Lapor Bupati dan DPRD
​Ketidaktegasan para pejabat ini memicu reaksi keras dari elemen masyarakat. Warga mengancam akan membawa carut-marut perizinan ini ke ranah yang lebih tinggi jika instansi terkait tetap membisu.
"Jika pihak instansi terkait diam seribu bahasa, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segera melaporkan masalah ini secara resmi ke DPRD dan juga ke Bupati Gresik agar ada tindakan tegas," tegas warga lainnya kepada tim investigasi.

​Hingga berita ini diunggah, belum ada satupun pejabat berwenang yang mampu menunjukkan taringnya untuk memberikan keterangan resmi mengenai legalitas proyek tersebut. Bungkamnya para "Abdi Negara" ini menjadi catatan merah bagi kredibilitas pengawasan pembangunan di Kabupaten Gresik.

Tim investigasi akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Siapa sebenarnya di balik proyek kapling tersebut? Mengapa Dinas terkait terkesan enggan menyentuhnya?

Tim Investigasi  / Redaksi 

Posting Komentar