BREAKING NEWS

KABAR SIDOARJO: Seorang Pemandu Lagu Biasa Disebut LC Ditemukan Tewas Di Kafe Pasuruan, Keluarga Tolak Otopsi

SIDOARJO || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Malam itu, YS (38), seorang perempuan pemandu lagu atau lady companion (LC) asal Kabupaten Sidoarjo, masih berpindah dari satu kafe ke kafe lain di Kota Pasuruan. Namun, menjelang pagi, ia ditemukan tak sadarkan diri di depan Kafe 86, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul.

Sebelum ditemukan dalam kondisi lemas, YS sempat meminta seseorang menjemputnya di Kafe Love Story. Saat tiba di lokasi, saksi berinisial MS (61) mendapati korban sedang menangis. YS kemudian meminta diantar kembali ke Kafe 86.

Peristiwa itu bermula pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban diketahui berada di Kafe 86 untuk bernyanyi. Sekitar pukul 01.30 WIB, Senin (2/11/2026) dini hari, ia berpindah ke Kafe Love Story.

Sekitar pukul 03.00 WIB, MS menerima telepon dari korban yang meminta dijemput. Setelah mengantarnya kembali ke Kafe 86, YS duduk di depan kafe bersama MS, MH (50), dan seorang rekannya berinisial AS.

Beberapa saat kemudian, MH mencoba menepuk bahu korban. Namun, YS tidak memberikan respons. Tubuhnya terlihat lemas dengan mata terbuka.

Sejumlah orang di sekitar lokasi kemudian membawa korban masuk ke dalam kafe. YS selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Penanganan perkara juga dilimpahkan dari Polsek Bugul Kidul ke Satreskrim Polres Pasuruan Kota untuk penyelidikan lebih mendalam.

“Saat ini penanganannya sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Pasuruan Kota dari Polsek Bugul Kidul untuk penyelidikan lebih mendalam sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Dhecky kepada Kompas.com, Senin (2/11/2026).

Polisi telah mengamankan sepasang sandal putih dan meminta keterangan sejumlah saksi. Meski demikian, penyebab kematian YS belum dapat dipastikan.

Di tengah penyelidikan tersebut, keluarga korban menyatakan menolak pelaksanaan otopsi maupun pemeriksaan forensik. Keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan dengan alasan ingin mempercepat proses pemakaman jenazah di kampung halaman.

“Pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Alasan penolakan tersebut karena keluarga ingin mempercepat proses pemakaman jenazah korban di kampung halaman,” jelas Dhecky.

Meski tanpa otopsi, polisi menyatakan penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Sementara itu, Kafe 86 ditutup sementara dan dipasangi garis polisi.

Tim Redaksi 


Posting Komentar