BREAKING NEWS

Viral Lagi! Polwan Putri Cikita Tuduh Pria Ngobat: Polisi Wajib Curiga atau Intimidasi?

 

Surabaya, BUSERMEDIAINVESTIGASI.IDSosok Brigadir Polisi Putri Sirty Cikita Sabunge kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya sedang menuding seorang pria dalam pengaruh narkoba alias ngobat beredar luas di media sosial. Sebelumnya, Putri Cikita sudah dikenal netizen karena menegur seorang pria yang berbicara sambil makan, yang akhirnya membuatnya mendapat julukan "Duta Sopan Santun."


Dalam video terbaru yang viral di Instagram, Putri Cikita terlihat menyatakan kecurigaannya terhadap seorang pria yang matanya merah, dengan tuduhan bahwa pria tersebut baru saja menggunakan narkoba. "Mas, matamu udah merah banget nih, kamu abis ngobat ya?" tanya Putri Cikita dalam video tersebut.


Namun, pria yang dituduh segera membantah tudingan tersebut dan meminta agar Putri Cikita tidak asal menuduh. "Saya gak pernah ngobat mbak," jawab pria itu sambil meminta agar tuduhan tersebut tidak disampaikan sembarangan.


Menanggapi bantahan itu, Putri Cikita justru kembali mempertegas bahwa sebagai polisi, ia wajib curiga terhadap perilaku yang mencurigakan. Menurutnya, respons marah dari pria tersebut justru semakin menimbulkan kecurigaan. "Polisi itu wajib curiga!" tegasnya dalam video.


Tak hanya itu, Putri Cikita juga menyoroti tingkah laku pria tersebut yang dianggapnya tidak sopan selama pemeriksaan. Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas, polisi memiliki kewajiban untuk memeriksa setiap orang dengan cermat, mulai dari kepala hingga ujung kaki.


Setelah menerima "ceramah" panjang dari Putri Cikita, pria tersebut akhirnya meminta maaf dan diskusi pun berakhir. Namun, video ini sekali lagi menempatkan Putri Cikita di bawah sorotan publik, dengan berbagai reaksi yang muncul dari netizen.


Sebelumnya, tindakan Putri Cikita yang menegur seorang pria karena berbicara sambil makan telah memicu kontroversi dan kritikan tajam dari pengguna media sosial. Setelah insiden tersebut, akun X resmi Korlantas Polri memberikan klarifikasi bahwa video tersebut adalah bagian dari sebuah program televisi, dan tindakan Putri Cikita dianggap sebagai bagian dari tugasnya sebagai penegak hukum.


Namun, klarifikasi tersebut tidak cukup untuk meredam kritik. Sejumlah pengguna media sosial menganggap tindakan Putri Cikita sebagai bentuk intimidasi, bukan sekadar teguran. "Polisi ini gak bisa bedain mana teguran mana intimidasi keknya," tulis salah satu pengguna di platform X, menambah panasnya diskusi mengenai perilaku aparat dalam menjalankan tugasnya.

Posting Komentar