BREAKING NEWS

Cuaca Ekstrem Picu Bencana Beruntun di Sumatera, Status Darurat Bencana Ditetapkan di Dua Provinsi

Sumatera – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Kabar duka kembali datang dari saudara kita di Pulau Sumatera. Memasuki akhir November 2025, cuaca ekstrem memicu bencana hidrometeorologi dalam skala luas, membuat hampir seluruh provinsi di sana dalam kondisi siaga hingga darurat.

Hujan dengan intensitas tinggi yang turun tanpa jeda menyebabkan banjir, longsor, angin kencang, serta meluapnya aliran sungai di berbagai wilayah. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, membuka akses darurat, hingga mendistribusikan logistik bagi warga terdampak.

Dua wilayah dengan dampak paling parah terdapat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang telah meningkatkan status menjadi Darurat Bencana. Infrastruktur vital seperti jembatan dan akses jalan utama mengalami kerusakan parah, banyak titik terputus, jaringan listrik padam, serta sejumlah fasilitas publik tidak lagi bisa difungsikan. Laporan korban jiwa dan warga yang masih hilang masih dalam proses pendataan.

Pantauan Awak Media di Lapangan
Berdasarkan pantauan jurnalis di beberapa lokasi terdampak:

📍 Padang, Sumatera Barat
• Jalan penghubung antar kabupaten tampak tertutup material longsor setinggi 1–2 meter.
• Tim SAR bersama warga terlihat bekerja menyingkirkan batu dan lumpur menggunakan alat sederhana karena alat berat belum berhasil masuk ke lokasi.
• Ribuan warga mengungsi ke balai nagari serta sekolah yang dialihfungsikan sebagai pos penampungan darurat.

📍 Deli Serdang – Medan, Sumatera Utara
• Air masih menggenang di sejumlah titik pemukiman, dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.
• Anak-anak dan lansia tampak dievakuasi menggunakan perahu karet dan rakit buatan warga.
• Beberapa warga mengaku belum tersentuh bantuan logistik sejak dua hari terakhir akibat akses jalan yang terputus.

📍 Lampung & Bengkulu
• Angin kencang merusak puluhan rumah semi permanen. Atap beterbangan, pohon tumbang, serta jaringan listrik beberapa kecamatan padam.

• Nelayan memilih tidak melaut karena gelombang tinggi, sementara pedagang di pasar pesisir mengeluh suplai bahan pangan terganggu.

Sementara itu, laporan resmi dari BNPB, BPBD Provinsi terkait, serta publikasi media nasional menunjukkan bahwa intensitas hujan diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah pusat diharapkan mempercepat mobilisasi personel SAR, pengiriman logistik udara, serta percepatan pemulihan akses darat yang rusak.

Di tengah duka besar ini, gelombang solidaritas masyarakat mulai terlihat dari berbagai wilayah Indonesia. Bantuan donasi, dapur umum, hingga tenaga relawan mulai mengalir untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera.

Semoga Sumatera segera pulih — karena luka mereka adalah luka kita bersama.

ZUL / Tim Redaksi 

Posting Komentar