BREAKING NEWS

Daring Khataman Qur’an SMP Usman bin Affan: Ketika Rumah Menjadi Majelis Cahaya


 Menganti, Gresik, 8 November, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID — Rumah sederhana di Blok A1 No. 21 Perumahan Green Menganti mendadak berubah menjadi majelis cahaya. Sore itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun lembut dari suara ananda Priska, siswi kelas 8 SMP Usman bin Affan, yang membuka khataman dengan membaca satu juz pertama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Daring—Darus Keliling—yang digelar oleh SMP Usman bin Affan selama satu bulan penuh, bergilir dari rumah ke rumah siswa yang telah khatam Al-Qur’an. Sebanyak 100 orang hadir dalam majelis tersebut, terdiri dari siswa, orang tua, ustadz-ustazah, serta pengurus yayasan yang turut menyemarakkan suasana.

Setelah ananda Priska menyelesaikan satu juz, bacaan dilanjutkan oleh para hadirin secara bergiliran. Dari siswa, guru, hingga orang tua, semua mengambil bagian dalam lantunan ayat suci. Tidak ada paksaan, namun semangat untuk berpartisipasi begitu terasa. Inilah wajah pendidikan Qur’ani yang hidup di tengah masyarakat: membumikan Al-Qur’an di ruang-ruang keluarga, menjadikan rumah sebagai madrasah sementara yang penuh hikmah.

Majelis seperti ini bukan hanya mendidik, tetapi juga menghadirkan keutamaan spiritual yang luar biasa. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

"مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ"  

 “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-Nya yang mulia.”   (HR. Muslim no. 2699)

Meski berlangsung di rumah, bukan di masjid, semangat dan adab majelis tetap dijaga. Rumah-rumah yang menjadi tempat khataman pun terasa lebih hidup, lebih tenang, dan lebih bercahaya.

Gus Aulia, sesepuh Perum Green Menganti, menyampaikan kekagumannya terhadap sistem pendidikan di SMP Usman bin Affan. “Hebatnya sekolah ini adalah semua anak-anak diwajibkan khatam. Dan itu bukan sekadar target, tapi sudah terbukti membawa keberkahan. Orang yang paham Qur’an, umumnya juga pasti paham kehidupan,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa tradisi khataman yang digilir dari rumah ke rumah ini telah menghidupkan suasana spiritual di lingkungan perumahan, menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Bapak Puji, salah satu wali murid, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ustadz dan ustadzah. “Kami sangat berterima kasih. Anak-anak kami bukan hanya diajari membaca, tapi juga dibentuk akhlaknya. Kalau ingin anak tumbuh Islami dan berakhlakul karimah, mari sekolah di SMP Usman bin Affan Surabaya,” pesannya.

Daring bukan sekadar program. Ia adalah gerakan sunyi yang menanam cahaya di rumah-rumah warga. Dari satu juz ke juz berikutnya, dari satu rumah ke rumah lainnya, dari satu anak ke generasi berikutnya—SMP Usman bin Affan sedang menyiapkan generasi Qur’ani, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan. Mahrus 

Posting Komentar