BREAKING NEWS

Diduga Caplok Uang Kompensasi Tiang WiFi, Kasun & Kades Bersekongkol? Warga Geram, Transparansi Dipertanyakan

Gresik – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Aroma ketidakberesan mulai tercium di Dusun Tanggulangin, Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat dibuat resah dan geram atas keberadaan empat tiang jaringan WiFi dari berbagai provider yang berdiri tegak di pemukiman mereka — namun tanpa papan informasi, tanpa sosialisasi resmi, dan tanpa penjelasan ke mana aliran kompensasi mengalir.

Di balik tiang besi yang menjulang, warga menduga ada aliran dana kompensasi yang tidak sampai ke masyarakat, dan justru disinyalir dinikmati oleh oknum perangkat desa. Kecurigaan itu menguat setelah tidak ada satu pun pejabat tingkat dusun hingga RT yang mau berbicara terang-terangan.

“Awalnya hanya satu provider, tiba-tiba jadi empat. Tidak pernah ada sosialisasi. Kami hanya ingin tahu ke mana uang kompensasi itu masuk,” keluh seorang warga dengan nada kecewa, memilih anonim karena khawatir tekanan pihak tertentu.

Kasun Bungkam, RT Diam, BPD Justru Menantang
Tim investigasi mencoba meminta klarifikasi kepada Kepala Dusun Tanggulangin, Maskur, pada Rabu (27/11/2025). Namun jawaban yang diterima justru makin memperkuat dugaan adanya sesuatu yang ditutup-tutupi.

“Tanya saja ke kepala desa, beliau yang lebih paham soal kompensasi,” jawab Maskur singkat, seolah enggan membuka lebih jauh.

Bukan hanya Kasun, para Ketua RT juga memilih bungkam dan menghindar dari pertanyaan wartawan. Bahkan, ketika salah satu anggota BPD, Ali, didesak mengenai keresahan warga, ia justru merespons dengan nada menantang.
“Silakan diberitakan. Ini sudah selesai,” tegas Ali sambil menambahkan agar kompensasi ditanyakan langsung ke Kades.

Padahal, BPD semestinya menjadi corong aspirasi masyarakat dan pengawas jalannya pemerintahan. Namun sikap diam dan defensif tersebut semakin memantik tanda tanya besar: apa yang sebenarnya terjadi di balik tiang-tiang WiFi itu?

Kades Menghilang Tak Memberi Jawaban
Kepala Desa Ganggang, Awi, turut dimintai klarifikasi oleh tim media pada Jumat (28/11/2025) melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini tayang, Awi belum memberikan jawaban apa pun.
Sunyi. Sepi. Seolah persoalan ini bukan sesuatu yang patut dijelaskan kepada publik.

Ketiadaan respon ini justru menambah kegelisahan warga. Apakah dana kompensasi benar ada? Siapa penerimanya? Berapa besarannya? Dan mengapa tak diumumkan?
Pertanyaan-pertanyaan itu bergulir bagai api dalam sekam — siap meledak kapan saja.

Adapun LPK-RI Mendapat Aduan hal ini Secara Tegas Angkat Bicara :
Ketua LPK RI DPC Gresik, Gus Aulia, SE., S.H., M.M., M.Ph, menyesalkan sikap tertutup perangkat desa yang seharusnya menjadi pelayan publik.
“Sangat disayangkan ketika Kasun, RT, dan BPD justru bungkam. Mereka itu wakil masyarakat. Jika ada kompensasi dari provider, ya harus disampaikan secara terbuka, jangan seperti ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Beliau juga mendesak Pemdes Ganggang agar segera memberi klarifikasi resmi guna merawat kepercayaan publik dan mencegah timbulnya konflik horizontal.

Tuntutan Warga Semakin Nyaring
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pemasangan WiFi, namun mereka menolak ketertutupan dan dugaan permainan anggaran yang tidak jelas ujung pangkalnya.
Warga meminta:
🔹 Jumlah provider yang masuk
🔹 Besaran dana kompensasi setiap tiang
🔹 Siapa penerima dan penyalurannya
🔹 Bukti penggunaan dana jika benar diterima desa/dusun

Keempat poin ini bagi warga bukan permintaan, tetapi hak yang wajib dipenuhi pemerintah desa.
Karena transparansi bukan opsi — melainkan kewajiban.

Ketika suara rakyat tak didengar, ketika wakil masyarakat memilih bungkam, dan ketika kebenaran seolah disembunyikan… maka hanya satu hal yang pasti:

Publik menunggu jawaban — dan kebenaran tak bisa selamanya dikubur.

(Yan/red)


Posting Komentar