Pemprov Jatim Gelar Syukuran Anugerah Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah, Simbol Perjuangan Buruh
Surabaya - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara syukuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok buruh tangguh yang gugur dalam perjuangan menegakkan hak-hak pekerja. Acara berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (11/11/2025).
Syukuran ini dihadiri oleh keluarga besar almarhumah Marsinah, perwakilan serikat pekerja dan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur, serta sejumlah pejabat Pemprov Jatim. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan Marsinah yang hingga kini menjadi inspirasi perjuangan kaum buruh di Indonesia.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jawa Timur menyampaikan rasa bangga dan haru atas pengakuan negara terhadap perjuangan Marsinah.
“Marsinah bukan hanya milik Jawa Timur, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Nilai perjuangannya harus kita wariskan kepada generasi muda untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga Marsinah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan agar nama Marsinah diakui sebagai Pahlawan Nasional.
“Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Semoga semangat almarhumah menjadi teladan bagi seluruh pekerja di negeri ini,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Gus Aulia, SE., S.H., M.M., M.Ph Selaku Ketua LPKRI DPC Kabupaten Gresik juga merupakan tokoh muda sekaligus aktivis sosial Jawa Timur, yang menilai gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah sebagai pengakuan moral atas keberanian perempuan dalam memperjuangkan keadilan sosial.
“Marsinah adalah simbol keberanian perempuan melawan ketidakadilan.
Ia gugur bukan karena ambisi pribadi, tetapi karena kepeduliannya terhadap sesama buruh. Gelar ini bukan sekadar penghargaan, tetapi pengingat bagi kita semua agar tidak lupa pada nilai perjuangan dan keberanian,” tegas Gus Aulia.
Gus Aulia juga menambahkan bahwa perjuangan Marsinah harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan buruh dan perempuan di era modern.
“Kita harap pemerintah tidak berhenti pada simbol penghargaan, tetapi benar-benar menegakkan keadilan sosial sebagaimana cita-cita Marsinah. Ini saatnya buruh Indonesia mendapatkan penghormatan yang sejati,” pungkasnya.
Para buruh yang hadir membawa atribut bertuliskan pesan solidaritas dan penghormatan untuk Marsinah. Mereka menilai pengakuan ini merupakan kemenangan moral bagi seluruh pekerja Indonesia.
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh perempuan yang meninggal secara tragis pada tahun 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja pabrik di Sidoarjo. Setelah lebih dari tiga dekade, perjuangannya kini resmi diabadikan dalam sejarah bangsa sebagai Pahlawan Nasional.
Acara syukuran diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan simbol penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada keluarga Marsinah.
HDK/Redaksi
