Banjir Landa Tiga Provinsi, Lapas Aceh Tamiang Nyaris Tenggelam Menteri Imipas: Warga Binaan Terpaksa Dilepas demi Kemanusiaan
Aceh - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas).
Kondisi paling parah terjadi di Lapas Aceh Tamiang, yang nyaris tenggelam setelah air bah mencapai hingga ke atap bangunan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkapkan bahwa situasi darurat tersebut memaksa petugas mengambil keputusan ekstrem dengan melepaskan warga binaan demi menyelamatkan nyawa mereka.
“Air sudah sampai ke atap. Kalau tidak dilepas, justru kami yang disalahkan. Ini keputusan murni atas dasar kemanusiaan,” ujar Agus.
Koordinasi Dilakukan, Respons Terlalu Lambat
Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya menjalin koordinasi dengan Polri, TNI, serta pemerintah daerah untuk menyediakan lokasi penampungan sementara bagi para warga binaan. Namun, karena respons tanggap darurat tidak berjalan cepat, petugas di lapangan harus bertindak cepat sebelum kondisi semakin memburuk.
“Bangunan lapas hampir tenggelam total. Kalau warga binaan tetap di dalam, risikonya kematian massal. Kami tidak bisa menunggu lebih lama,” tegasnya.
Keberadaan Sebagian Napi Masih Belum Dipastikan
Agus juga mengakui bahwa dalam situasi bencana besar seperti ini, kemungkinan sebagian warga binaan akan fokus menyelamatkan dirinya dan keluarganya.
“Dalam kondisi panik dan bencana, mereka tentu memikirkan keselamatan diri dan keluarga. Saat ini, keberadaan sebagian napi memang belum dapat dipastikan,” jelasnya.
Pencarian Akan Dilakukan Setelah Situasi Membaik
Pemerintah memastikan bahwa setelah situasi bencana mereda dan akses ke lapas kembali memungkinkan, pencarian serta pendataan ulang akan dilakukan.
“Kami akan melakukan penelusuran kembali setelah banjir surut. Prinsipnya, keputusan ini adalah langkah terbaik untuk mencegah jatuhnya korban jiwa,” tambah Agus.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pemasyarakatan di daerah rawan perlu diperkuat, termasuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih komprehensif.
Tim Redaksi
