BREAKING NEWS

Ibu Rumah Tangga di Ponorogo Ternyata Buronan Interpol Kasus Sabu Rp5 Triliun, Warga Sumber Agung Terperanjat, Identitas Asli Pelaku Terungkap

Ponorogo — BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Warga Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, dikejutkan oleh kabar yang mengguncang ketenangan kampung. Sosok perempuan yang selama ini mereka kenal sebagai ibu rumah tangga pendiam bernama Paryatin, ternyata memiliki identitas lain sebagai Dewi Astutik, buronan kelas kakap jaringan narkoba internasional dengan nilai kasus mencapai Rp5 triliun.

Selama ini, Paryatin dikenal masyarakat sebagai pribadi tertutup dan jarang terlihat beraktivitas di lingkungan sekitar. Ia kerap disebut bekerja di luar negeri, sehingga kepergiannya keluar-masuk desa dianggap hal biasa. Tidak satu pun warga yang mencurigai aktivitasnya, hingga kabar penangkapannya tersebar luas.

Ketua RT Sumber Agung, Purnomo, mengungkapkan bahwa warga hanya mengetahui Paryatin sebagai tenaga kerja wanita tanpa detail pekerjaan yang jelas.

> “Nama aslinya Paryatin. Kerja dari rumah tidak ada yang tahu pasti, tidak pernah pamit jelas. Tahu-tahu berangkat lagi ke luar negeri. Kalau soal detailnya mungkin suaminya yang lebih tahu,” ujar Purnomo, Rabu (3/12/2025).

Kejutan warga kian memuncak ketika foto-foto penangkapan beredar. Purnomo memastikan bahwa perempuan dalam foto tersebut memang Paryatin yang mereka kenal selama ini.

> “Secara foto, secara orang ya benar. Itu Paryatin,” tegasnya.

Purnomo juga menjelaskan bahwa nama Dewi Astutik, yang digunakan sebagai identitas internasional, sebenarnya merupakan nama adik kandung Paryatin yang tinggal di Singkil, Balong. Fakta ini menambah lapisan misteri dalam perjalanan pelariannya selama bertahun-tahun.

Informasi resmi menyebutkan bahwa Dewi Astutik alias PA (43) telah lama masuk daftar buronan Interpol dan BNN. Ia disebut sebagai figur penting dalam jaringan penyelundupan 2 ton sabu dengan nilai mencapai Rp5 triliun. Penangkapan dilakukan di Kamboja melalui operasi terpadu antara BNN, Interpol, dan BAIS TNI.

Kabar ini membuat warga Balong terpukul. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa perempuan yang hidup sederhana di antara mereka ternyata memiliki peran besar dalam kejahatan narkotika internasional.

Atmosfer kampung kini dipenuhi rasa tercengang sekaligus tidak percaya. Warga masih berusaha memproses kenyataan bahwa kehidupan kecil mereka di pedesaan bersinggungan langsung dengan salah satu jaringan narkoba terbesar yang pernah terungkap di Indonesia.

Husna Jatim  / Redaksi 


Posting Komentar