Kisah VIRAL!!! Mpok Pipit, ART Indonesia Bergaji Fantastis di Rumah Cristiano Ronaldo Riyadh
Jakarta- BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Setelah publik dihebohkan dengan kisah Asisten Rumah Tangga (ART) vokalis band dunia Maroon 5, kini perhatian warganet kembali tersedot pada sosok perempuan Indonesia bernama Pipit Sriati, yang akrab disapa Mpok Pipit.
Di usia 47 tahun, Mpok Pipit disebut meraih “jackpot kehidupan” setelah dipercaya bekerja sebagai ART di rumah megah megabintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo (CR7) di Riyadh, Arab Saudi. Kisahnya pun viral lantaran nominal gaji yang diterima disebut setara dengan gaji para petinggi perusahaan besar di Jakarta.
Gaji Fantastis, Keraguan Langsung Sirna
Awalnya, Mpok Pipit mengaku sempat minder. Faktor usia, perbedaan budaya, serta standar kerja di rumah atlet kelas dunia membuatnya ragu. Namun, semua keraguan itu lenyap seketika ketika ia melihat kontrak kerja yang ditawarkan.
Disebutkan, Mpok Pipit menerima gaji sekitar Rp93 juta hingga hampir Rp100 juta per bulan. Angka tersebut sontak membuat banyak orang terbelalak, mengingat profesi ART selama ini kerap dipandang sebelah mata.
“Rasa pegal dan capek langsung hilang sendiri,” seloroh Mpok Pipit dalam cerita yang beredar, “cukup bayangin notifikasi transfer gaji.”
Standar Kerja Kelas Dunia
Bekerja di rumah Cristiano Ronaldo tentu bukan perkara biasa. Rumah sang megabintang dikenal luas, mewah, dan memiliki standar kebersihan yang sangat tinggi.
Setiap hari, Mpok Pipit harus sudah standby sejak pukul 05.00 pagi. Seluruh sudut rumah harus steril, bersih, dan berkilau. Debu seolah tidak diberi ruang sedikit pun untuk “nongkrong”, sejalan dengan gaya hidup sehat dan disiplin yang diterapkan Ronaldo.
Majikan Disiplin tapi Humanis
Dalam kesaksiannya, Mpok Pipit menggambarkan Cristiano Ronaldo sebagai sosok yang sangat disiplin, namun tetap manusiawi. Sementara pasangannya, Georgina RodrÃguez, disebut anggun, teliti, dan memperlakukan para ART dengan penuh hormat.
Yang paling membekas bagi Mpok Pipit adalah sikap anak-anak CR7. Mereka dibesarkan dengan attitude juara—selalu mengucapkan “terima kasih” setiap kali dibantu. Hal itulah yang membuat Mpok Pipit merasa betah dan dihargai.
Gaji Tinggi, Tanggung Jawab Tinggi
Banyak orang penasaran, pekerjaan apa yang membuat seorang ART digaji sedemikian besar. Ternyata, gaji tersebut bukan hanya untuk membayar tenaga, tetapi juga kerahasiaan.
Privasi menjadi aturan harga mati. Mpok Pipit dilarang keras memotret, merekam, atau membocorkan kondisi rumah majikannya ke media sosial.
Profesionalisme dan kemampuan menjaga rahasia menjadi nilai utama.
Artinya, jangan berharap ada unggahan Instagram Story bertuliskan, “Lagi ngepel di kamar Bang Dodo.”
Hidup Berubah 180 Derajat
Berkat gaji “sultan” tersebut, kehidupan Mpok Pipit di kampung halaman berubah drastis. Ia kini mampu membangun rumah impian, membeli sawah, serta menyiapkan tabungan masa tua dengan tenang.
Kisah Mpok Pipit pun menjadi pengingat bahwa rezeki datang dari arah yang tak terduga. Tangan yang dahulu akrab memeras cucian, kini dipercaya merawat rumah salah satu manusia dengan pengikut terbanyak di dunia.
“Setiap kali aku capek menyapu lantai marmer yang luas itu,” tutur Mpok Pipit, “aku cukup lihat notifikasi transferan di HP.”
Sekejap, sapu terasa ringan bak kapas—sebuah kisah sederhana tentang kerja keras, profesionalisme, dan rezeki yang penuh misteri.
ICA Jkt / Redaksi
