Siap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Polda Kaltim Siagakan 1.684 Personel
Balikpapan — BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Pemerintah Daerah Kalimantan Timur bersama unsur TNI–Polri, BPBD, Basarnas, dan berbagai instansi terkait terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi meningkat memasuki akhir tahun. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (6/12/2025).
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H, didampingi Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si, serta Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha. Sebanyak 1.684 personel disiagakan, terdiri dari gabungan Polda Kaltim, TNI, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, relawan, serta unsur pemerintah daerah.
Kapolda Kaltim: Kesiapsiagaan Harus Maksimal
Dalam amanatnya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem saat ini menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat, solid, dan terukur.
“Kita harus siap siaga sejak dini. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh demi keselamatan masyarakat,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro.
Beliau juga menekankan pentingnya pola komunikasi terpadu, kesiapan alat evakuasi, serta peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat seperti banjir, longsor, angin kencang, maupun gelombang tinggi.
Sinergi Pemerintah Daerah dan TNI–Polri
Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polda Kaltim bersama jajaran. Menurutnya, ancaman hidrometeorologi harus disikapi bersama karena menyangkut keselamatan warga di seluruh kabupaten/kota.
Sementara Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung seluruh rangkaian mitigasi bencana hingga tahap evakuasi dan distribusi logistik kepada warga terdampak.
Tujuan Simulasi
Simulasi tanggap darurat ini meliputi skenario penanganan banjir, longsor, dan penyelamatan korban menggunakan peralatan SAR. Tujuannya agar seluruh personel memahami SOP, mampu bergerak cepat, serta menjalin sinergi efektif di lapangan ketika bencana benar-benar terjadi.
Dengan kekuatan 1.684 personel gabungan, Kalimantan Timur diharapkan semakin siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem sekaligus memastikan setiap potensi bencana dapat ditangani secara responsif dan profesional.
Ima Kaltim/ Redaksi
