Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Resmi Lantik 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional
Gresik – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan rotasi dan penguatan sektor pendidikan melalui pelantikan puluhan pejabat baru. Sebanyak 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional resmi diambil sumpahnya oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam agenda yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (5/1/2026).
Percepatan Pengisian Jabatan Berbasis Merit
Pelantikan ini didominasi oleh dunia pendidikan dasar. Dari 55 kepala sekolah yang dilantik, 53 orang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 orang sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah strategis tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 yang menggantikan regulasi sebelumnya, yakni Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.
Menurut Pemkab Gresik, kebijakan ini ditempuh untuk menjawab kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah satuan pendidikan. Fenomena kekosongan tersebut terjadi hampir merata secara nasional sehingga membutuhkan langkah cepat agar manajemen sekolah kembali berjalan optimal.
“Pengisian jabatan ini merupakan bagian dari percepatan layanan pendidikan. Mekanisme yang digunakan benar-benar berbasis merit dan kebutuhan riil di lapangan,” jelas Bupati Yani usai pelantikan.
Proses Seleksi Ketat dan Transparan
Dalam keterangan resminya, Bupati Yani menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik tidak dipilih secara instan. Mereka telah melalui tahapan panjang, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Bahkan, faktor kedekatan domisili dengan tempat tugas turut menjadi pertimbangan agar kinerja tetap terjaga.
“Panjenengan semua terpilih sesuai hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang memenuhi syarat. Saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab isu miring yang kerap muncul dalam setiap pelantikan pejabat publik, khususnya dugaan praktik titipan atau kedekatan personal. BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID mencatat, transparansi proses menjadi poin penting yang terus disorot masyarakat.
Pesan Tegas: Sekolah Ramah Anak Tanpa Bullying
Bupati milenial tersebut memberi atensi khusus kepada para kepala sekolah baru agar membawa perubahan positif. Ia menginstruksikan supaya pengelolaan sekolah dilakukan secara profesional, akuntabel, dan bebas penyimpangan, terutama dalam pengelolaan anggaran pendidikan seperti BOSDA dan BOSNAS.
Lebih jauh, Yani mengingatkan agar lingkungan sekolah menjadi ruang aman bagi siswa.
“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai murid-muridnya,” pesannya.
Ia juga meminta kepala sekolah membangun kolaborasi solid dengan para guru demi menciptakan iklim belajar yang kondusif dan berintegritas.
Pemerataan hingga Pulau Bawean
Menariknya, pelantikan kali ini turut menyertakan inovasi digital.
Lima peserta dari Pulau Bawean mengikuti prosesi secara daring. Hal ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi sekaligus pemerataan pelayanan birokrasi di wilayah kepulauan Gresik.
Kebijakan pelantikan daring tersebut dinilai menjadi solusi efektif agar pejabat di daerah terpencil tetap terlayani tanpa harus meninggalkan tempat tugas.
Regenerasi dan Pengembangan Karier Pendidikan
Sebagai langkah lanjutan, Bupati Yani menyampaikan rencana kebijakan baru.
Para kepala sekolah yang telah menjabat dua periode atau sekitar delapan tahun akan segera diarahkan mengikuti uji sertifikasi pengawas.
Strategi ini bertujuan membuka ruang regenerasi kepemimpinan sekolah sekaligus memperluas jenjang karier tenaga pendidik di Kabupaten Gresik.
“Ke depan kami dorong kepala sekolah senior naik kelas menjadi pengawas. Dengan begitu, roda organisasi pendidikan terus bergerak dan tidak stagnan,” pungkasnya.
Harapan Publik
Pelantikan massal ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Gresik. Namun, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID menilai, keberhasilan kebijakan tersebut tetap bergantung pada konsistensi pengawasan dan komitmen para pejabat yang baru dilantik. Masyarakat akan terus memantau apakah janji birokrasi bersih dan pendidikan tanpa intimidasi benar-benar diwujudkan di lapangan.
HDK Kabiro/ Redaksi.
