Dukung Pos Pam Nataru, Babinsa Amankan Keberangkatan KMP Ekspres Bahari di Bawean
Bawean - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Aktivitas penyeberangan laut selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi titik rawan, baik dari sisi keselamatan, ketertiban, hingga potensi kelalaian prosedur. Kondisi inilah yang mendorong keterlibatan langsung Babinsa dalam pengamanan keberangkatan KMP Ekspres Bahari di Pelabuhan Bawean, Kabupaten Gresik.
Pantauan BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID di lokasi menunjukkan, personel Babinsa bersama aparat gabungan dari Polri, KSOP, dan otoritas pelabuhan tidak sekadar hadir secara simbolik.
Mereka aktif melakukan pengawasan menyeluruh sejak area tunggu penumpang hingga proses naik kapal, memastikan tidak terjadi penumpukan berlebihan maupun pelanggaran standar keselamatan pelayaran.
Antisipasi Kerawanan Nataru
Lonjakan penumpang selama libur panjang Nataru kerap membuka celah persoalan klasik: kelebihan muatan, pengabaian prosedur, hingga lemahnya pengawasan.
Untuk menutup celah tersebut, Pos Pengamanan (Pos Pam) Nataru di Pelabuhan Bawean diperkuat dengan kehadiran Babinsa yang berperan sebagai unsur pengawas lapangan sekaligus pengendali situasi.
“Fokus kami bukan hanya pengamanan, tetapi pencegahan. Setiap proses keberangkatan harus sesuai aturan. Keselamatan penumpang adalah prioritas,” ungkap salah satu Babinsa kepada BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, Kamis, 01/01/2026.
Pengawasan Prosedural dan Teknis
Berdasarkan penelusuran di lapangan, aparat gabungan turut memastikan:
jumlah penumpang sesuai manifes,
akses keluar-masuk pelabuhan terkendali, tidak ada penumpang tanpa tiket, serta kesiapan kru kapal sebelum keberangkatan.
Langkah ini menjadi krusial mengingat jalur laut Bawean–Gresik merupakan salah satu lintasan dengan tingkat mobilitas tinggi saat libur Nataru.
Sinergi Aparat, Tekan Risiko
Kehadiran Babinsa dalam skema Pos Pam Nataru menunjukkan pola sinergi lintas sektor yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi nyata di lapangan. TNI hadir sebagai unsur penguat pengawasan, khususnya dalam menjaga disiplin, ketertiban, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Sejumlah penumpang yang ditemui mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengamanan ketat. “Biasanya kalau liburan penuh dan berdesakan. Sekarang lebih tertib, petugas aktif mengatur,” ujar salah seorang calon penumpang.
Catatan Investigatif
Meski pengamanan berjalan kondusif, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID mencatat pentingnya pengawasan berkelanjutan, tidak hanya saat puncak Nataru. Transportasi laut, khususnya di wilayah kepulauan, menuntut konsistensi penegakan standar keselamatan agar kejadian fatal akibat kelalaian tidak terulang.
Pengamanan keberangkatan KMP Ekspres Bahari di Pelabuhan Bawean menjadi gambaran bahwa kehadiran negara di titik-titik strategis transportasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mutlak demi keselamatan masyarakat.
HDK Kabiro/ Redaksi
