Fakta Terkini Terungkap: Kebakaran Bengkel Tambal Ban Menganti Bukan Akibat Korsleting Listrik, Dipicu Kelalaian Manusia
Gresik - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah bengkel tambal ban motor dan mobil milik Bapak Agus di Jl. Raya Sidomulyo, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Rabu malam, 7 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, akhirnya menemui titik terang.
Dugaan awal yang menyebutkan kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, kini resmi terbantahkan. Berdasarkan hasil investigasi mendalam Tim BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, penyebab utama kebakaran dipastikan berasal dari kelalaian manusia.
Kronologi Kejadian
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas Polsek Menganti yang dipimpin oleh AIPTU Roni H., selaku Ka SPKT, bersama anggota langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sebanyak tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dikerahkan ke lokasi dan melakukan penyiraman serta pembasahan, hingga api berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman.
Hasil Investigasi dan Fakta Lapangan
Berdasarkan keterangan narasumber terpercaya yang dihimpun Tim BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, meliputi:
Pihak Polsek Menganti
Petugas Damkar
BPD setempat
Babinsa
Pemilik bengkel, Bapak Agus
Seluruh pihak menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi korsleting listrik sebagai sumber awal api.
Hasil pendalaman menyebutkan, kebakaran dipicu oleh salah satu karyawan bengkel yang lupa mematikan api saat memanggang jagung di dapur bengkel, sehingga api menjalar ke material mudah terbakar.
Kondisi bengkel yang dipenuhi ban kendaraan, bahan karet, serta peralatan berminyak, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Dampak dan Kerugian
Akibat peristiwa tersebut:
4 unit kendaraan bermotor hangus terbakar
Sejumlah ban kendaraan dan peralatan bengkel ludes
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pengamanan dan Lalu Lintas
Selain fokus pada pemadaman api, anggota Polsek Menganti juga melakukan:
Pengamanan area TKP
Pengaturan lalu lintas
Mengingat lokasi berada di jalur utama, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan dan padat merayap, namun berangsur normal setelah situasi terkendali.
Kondisi Pemilik Bengkel
Diketahui, Bapak Agus, pemilik bengkel, tengah mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah umrah, dengan jadwal keberangkatan kurang dari dua hari sejak musibah kebakaran terjadi.
Meski mengalami kerugian besar, Bapak Agus menyampaikan bahwa dirinya menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai ujian, seraya berharap ada perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.
Pernyataan Kepolisian
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap penggunaan api di area usaha, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dinyatakan aman, terkendali, dan kondusif.
Apresiasi Publik dari Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik
Atas respons cepat dan sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran tersebut, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph., selaku Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolsek Menganti beserta jajaran, Damkar Menganti, TNI, perangkat desa, serta seluruh pihak yang telah bergerak cepat, sigap, dan profesional dalam menangani kebakaran ini. Sinergi yang ditunjukkan patut menjadi contoh penanganan darurat di wilayah Kabupaten Gresik,” tegas Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph.
Menurutnya, kehadiran aparat di lokasi sejak awal kejadian tidak hanya mampu meminimalisir dampak kebakaran, namun juga menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sehingga situasi tetap kondusif.
“Langkah cepat Polsek Menganti dalam pengamanan TKP dan pengaturan lalu lintas, serta kerja maksimal Damkar dalam proses pemadaman, membuktikan pelayanan publik berjalan dengan baik dan berpihak pada keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Gus Aulia juga berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran bersama, khususnya bagi pelaku usaha, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan aparat.
HDK Kabiro/ Redaksi.
