Hellboy Tegaskan Kehadirannya di Pengukuhan LPKSM Sakera Murni Pembinaan, Bukan Kepentingan Lain
Font Terkecil
Font Terbesar
PASURUAN –BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Nama Sigit yang akrab disapa Hellboy, anggota Jatanras Polda Jawa Timur, belakangan menjadi sorotan publik menyusul kehadirannya dalam acara pengukuhan DPC LPKSM Sakera di Probolinggo. Kehadirannya bahkan sempat dipersepsikan beragam oleh sejumlah pihak hingga diberitakan oleh salah satu media daring.
Menanggapi hal tersebut, Hellboy akhirnya angkat bicara. Dengan sikap tenang namun tegas, ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut murni dalam rangka pembinaan dan komunikasi sosial, tanpa membawa kepentingan lain sebagaimana yang disangkakan.
“Sebagai anggota operasional, saya memang dituntut untuk dekat dengan seluruh elemen masyarakat. Tidak boleh ada sekat. Semua harus dirangkul,” ujar Hellboy saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, membangun komunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat, LSM, hingga insan pers merupakan bagian dari strategi pencegahan konflik dan pemeliharaan kamtibmas. Ia mengakui memiliki jejaring komunikasi luas dengan sejumlah organisasi seperti LIRA, GMBI, hingga AMI, yang selama ini justru mempermudah koordinasi di lapangan.
Hellboy menekankan, kedekatan tersebut tidak bisa dimaknai sebagai bentuk afiliasi atau keberpihakan. Sebaliknya, ia menyebut pendekatan persuasif menjadi langkah efektif untuk mencegah gesekan horizontal di tengah masyarakat.
“Kalau ada persoalan, saya yang turun langsung. Saya temui semua pihak agar masalah tidak melebar dan tidak berujung bentrokan,” tegasnya.
Pria berambut gondrong dan berjenggot ini juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah membeda-bedakan dalam menjalin hubungan. Mulai dari tokoh organisasi hingga masyarakat kecil seperti tukang becak, semua diperlakukan sama dalam semangat menjaga keamanan dan ketertiban.
Lebih jauh, Hellboy menyatakan terbuka terhadap berbagai penilaian publik atas langkah-langkah yang ia lakukan. Namun ia memastikan, seluruh aktivitasnya tetap berada dalam koridor tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
“Kalau ada yang menilai saya keliru, saya mohon maaf. Tapi yang saya lakukan hanya sebatas memberikan bimbingan, arahan, dan pemahaman. Tidak lebih,” pungkasnya.
Haris / Redaksi.
Nama Sigit yang akrab disapa Hellboy, anggota Jatanras Polda Jawa Timur, belakangan menjadi sorotan publik menyusul kehadirannya dalam acara pengukuhan DPC LPKSM Sakera di Probolinggo. Kehadirannya bahkan sempat dipersepsikan beragam oleh sejumlah pihak hingga diberitakan oleh salah satu media daring.
Menanggapi hal tersebut, Hellboy akhirnya angkat bicara. Dengan sikap tenang namun tegas, ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut murni dalam rangka pembinaan dan komunikasi sosial, tanpa membawa kepentingan lain sebagaimana yang disangkakan.
“Sebagai anggota operasional, saya memang dituntut untuk dekat dengan seluruh elemen masyarakat. Tidak boleh ada sekat. Semua harus dirangkul,” ujar Hellboy saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, membangun komunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat, LSM, hingga insan pers merupakan bagian dari strategi pencegahan konflik dan pemeliharaan kamtibmas. Ia mengakui memiliki jejaring komunikasi luas dengan sejumlah organisasi seperti LIRA, GMBI, hingga AMI, yang selama ini justru mempermudah koordinasi di lapangan.
Hellboy menekankan, kedekatan tersebut tidak bisa dimaknai sebagai bentuk afiliasi atau keberpihakan. Sebaliknya, ia menyebut pendekatan persuasif menjadi langkah efektif untuk mencegah gesekan horizontal di tengah masyarakat.
“Kalau ada persoalan, saya yang turun langsung. Saya temui semua pihak agar masalah tidak melebar dan tidak berujung bentrokan,” tegasnya.
Pria berambut gondrong dan berjenggot ini juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah membeda-bedakan dalam menjalin hubungan. Mulai dari tokoh organisasi hingga masyarakat kecil seperti tukang becak, semua diperlakukan sama dalam semangat menjaga keamanan dan ketertiban.
Lebih jauh, Hellboy menyatakan terbuka terhadap berbagai penilaian publik atas langkah-langkah yang ia lakukan. Namun ia memastikan, seluruh aktivitasnya tetap berada dalam koridor tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
“Kalau ada yang menilai saya keliru, saya mohon maaf. Tapi yang saya lakukan hanya sebatas memberikan bimbingan, arahan, dan pemahaman. Tidak lebih,” pungkasnya.
Haris / Redaksi.
