MAHASISWI TUSUK PACAR DI KOS KETINTANG, PISAU DIBELI DARI GUBENG — CEKCOK ASMARA BERUJUNG LUKA SOBEK
SURABAYA – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Kasus penusukan yang melibatkan seorang mahasiswi terhadap pacarnya sendiri di sebuah rumah kos kawasan Ketintang, Surabaya, Senin malam (26/1/2026), terus menguak fakta baru. Polisi memastikan pisau yang digunakan pelaku dibeli sebelum kejadian dan kini menjadi barang bukti utama dalam perkara tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku berangkat dari kos barunya di kawasan Gubeng menuju kos korban di Ketintang. Sebelum berangkat, pelaku sempat berbelanja sejumlah kebutuhan kos, termasuk pisau, lantaran yang bersangkutan baru saja pindah tempat tinggal.
“Pelaku datang ke lokasi sekitar pukul 20.40 WIB, kemudian langsung menanyakan kepada korban. Korban mengaku sudah berjalan dengan wanita lain. Kurang lebih seperti itu,” ungkap Eko, kepada wartawan saat dikonfirmasi Selasa (27/1/2026).
Mendengar pengakuan tersebut, pelaku berinisial A tidak terima. Adu mulut pun tak terelakkan dan terjadi di depan kos korban. Cekcok asmara itu kemudian memuncak menjadi aksi kekerasan.
Dari pertengkaran tersebut, pelaku menusuk korban satu kali menggunakan pisau. Akibatnya, korban mengalami luka sobek sepanjang kurang lebih 5 sentimeter di bagian lengan kiri.
“Ditusuk sekali. Terjadi luka gores sekitar lima sentimeter. Bukan menancap, tapi sobek,” jelas Eko.
Polisi juga menegaskan, pisau tersebut bukan dibeli khusus untuk melukai korban, melainkan merupakan bagian dari peralatan kebutuhan kos yang dibeli pelaku karena baru pindah tempat tinggal.
“Sebelum datang, dia sempat belanja keperluan kos untuk pindah kos. Iya itu, alat pisaunya dibeli untuk keperluan kos,” tambahnya.
Usai kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis, sementara pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik kini mendalami unsur pidana, motif asmara, serta tingkat kesengajaan, termasuk kemungkinan penerapan pasal penganiayaan sesuai KUHP.
Kasus ini kembali menjadi peringatan keras atas bahaya konflik asmara yang tidak terkendali, terlebih di kalangan anak muda, yang berujung pada tindakan kekerasan dan berhadapan dengan hukum.
Sumber : SS
Najib /Redaksi.
