BREAKING NEWS

Mediasi Bersama Di Unitomo: Polemik Armuji Vs Madas Sedarah Selesai, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Resmi Minta Maaf dan Berakhir Damai

SURABAYA – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Ketegangan dugaan konflik antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Sedarah dan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, akhirnya menemui titik terang. Polemik yang sempat ramai dan memicu perdebatan publik di media sosial tersebut resmi berakhir damai di awal tahun 2026.

Proses perdamaian ini terwujud melalui mediasi yang difasilitasi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Pihak kampus mempertemukan kedua belah pihak guna meredam suasana serta mencegah persoalan meluas menjadi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Rektor Unitomo, Siti Marwiyah, menyampaikan bahwa langkah mediasi diambil sebagai upaya strategis menjaga harmoni sosial Kota Surabaya.

Menurutnya, Surabaya merupakan kota multikultural dengan keberagaman suku, budaya, dan organisasi, sehingga kondusivitasnya wajib terus dipelihara.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai penengah apabila terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

Kami tidak ingin Surabaya yang tenang terganggu hanya karena konten video yang menimbulkan dugaan ketersinggungan,” ujar Siti Marwiyah.

Sebelumnya, Ormas Madas Sedarah melayangkan laporan polisi ke Polda Jawa Timur terkait sebuah video yang diunggah Armuji.

Konten tersebut dinilai mengandung dugaan pernyataan yang dianggap menyinggung organisasi. Situasi ini memicu reaksi keras dari anggota ormas hingga berkembang menjadi tekanan opini publik.

Perdamaian ditandai secara resmi dengan pencabutan laporan polisi oleh Madas Sedarah di Polda Jawa Timur. Dalam pertemuan mediasi, Armuji juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pimpinan serta anggota organisasi.

Permohonan maaf tersebut diterima, disertai komitmen bersama untuk menghentikan seluruh langkah hukum. Kedua pihak sepakat lebih mengutamakan dialog humanis dan pemahaman aspek hukum sebelum mengambil tindakan di ruang publik.
Rektor Unitomo menegaskan, keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari pengabdian masyarakat.

Ia mendorong Ormas Madas Sedarah mengedepankan pendekatan konstruktif, tidak reaktif, serta mengutamakan literasi hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ke depan kami berharap semua elemen, termasuk organisasi dan pejabat publik, lebih bijak menggunakan media sosial. Setiap perbedaan pandangan hendaknya diselesaikan dengan komunikasi yang bermartabat,” tegasnya.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, polemik panjang yang sempat menyita perhatian warga Jawa Timur tersebut dinyatakan selesai. Masyarakat Surabaya pun diimbau kembali fokus menjaga persatuan serta stabilitas daerah.

Najib Surabaya/ Redaksi.

Posting Komentar