Viral Wanita Menyamar Jadi Pramugari Batik Air, Lolos Terbang Palembang -Jakarta.
Jakarta- BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi seorang wanita muda yang nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air dan berhasil ikut dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta. Aksi tersebut akhirnya terbongkar dan menuai sorotan publik terkait aspek keamanan penerbangan.
Wanita tersebut diketahui bernama Khairun Nisa (23). Ia mengikuti penerbangan Batik Air nomor ID 80-508 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Selasa (6/1/2026).
Dalam video yang beredar luas, Nisa tampak mengenakan atribut menyerupai awak kabin Batik Air, mulai dari kebaya putih, rok batik ungu, rambut disanggul rapi, membawa koper berlogo Batik Air, hingga mengenakan tanda pengenal.
Penampilannya sekilas tak menimbulkan kecurigaan dan menyerupai pramugari resmi.
Namun, penyamaran tersebut akhirnya terungkap setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas bandara kemudian mengamankan Nisa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam pernyataan terbukanya, Nisa mengakui seluruh perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Saya menggunakan seragam dan atribut Batik Air. Namun sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” ujar Nisa dalam video klarifikasi.
Ia juga menegaskan bahwa pengakuan tersebut disampaikan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Dengan ini saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air dan Lion Group. Pernyataan ini saya sampaikan dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Bandara SMB II Palembang memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar operasional (SOP).
Humas General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan bahwa yang bersangkutan tetap melalui jalur pemeriksaan penumpang.
“SMB II Palembang menerapkan prosedur pemeriksaan keamanan kepada setiap calon penumpang pesawat maupun kru maskapai penerbangan sebelum menaiki pesawat,” kata Ahmad Syaugi, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan bahwa petugas telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk validasi boarding pass dan barang bawaan.
“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang terlarang ke dalam pesawat,” pungkasnya.
Kasus ini memantik perhatian publik dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan atribut maskapai penerbangan, guna mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat berdampak pada keamanan dan kepercayaan masyarakat.
ICA Jakarta/ Redaksi.
