BREAKING NEWS

BONGKAR DUA KOMPLOTAN CURANMOR DI JEMBER DAN PASURUAN : TIM URC JATANRAS POLDA JATIM SIKAT 7 PELAKU TERMASUK PENADAH!

SURABAYA, || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID – Komitmen Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dalam memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat kembali dibuktikan secara nyata. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim sukses menggulung dua komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang kerap meresahkan warga Jember dan Pasuruan.

​Dalam operasi senyap yang berlangsung intensif selama sepekan terakhir, korps baju cokelat ini berhasil meringkus 7 (tujuh) orang tersangka, termasuk para penadah yang menjadi penopang bisnis haram ini.

​Sepak Terjang Komplotan Kandas di Tangan Polisi

​Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, penangkapan ini menyasar dua kelompok berbeda.

​Kelompok Jember (Spesialis Roda Empat): Polisi mengamankan tiga orang tersangka dengan inisial N, MF, dan MT yang berperan sebagai penadah hasil curian mobil. Usut punya usut, otak pelaku dari komplotan Jember ini merupakan residivis kambuhan yang kerap keluar masuk jeruji besi.

​Kelompok Pasuruan (Spesialis Roda Dua): Tim URC mengamankan empat tersangka, yakni JA, I, BKR, dan MT (yang juga bertindak sebagai penadah motor curian).

​Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan buah manis dari kerja keras anggotanya di lapangan yang terus melakukan pengejaran tanpa kenal lelah.

​"Terakhir kemarin kami menangkap spesialis pencurian roda empat dengan TKP di Jember. Sedangkan kelompok lainnya merupakan spesialis pencurian sepeda motor yang beraksi di wilayah Pasuruan. Total ada tujuh orang yang kami amankan," tegas AKBP Arbaridi Jumhur di Mapolda Jatim, Selasa (14/7/2026).

​Modus Operandi: Mengintai Kelengahan Korban dan Gunakan Kunci T

​Dalam menjalankan aksinya, komplotan curanmor Pasuruan terbilang lihai. Mereka berpatroli secara acak untuk mengincar sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan ketat pemiliknya. Begitu ada kesempatan, hanya dalam hitungan detik, pelaku merusak rumah kunci kontak menggunakan kunci letter T lalu membawa kabur kendaraan korban.

​Tak berhenti pada pelaku utama, ketegasan polisi juga menyasar jaringan penadah. Dua orang penadah yang diduga kuat menjadi penampung barang bukti hasil kejahatan ikut diringkus. Polisi kini tengah melakukan pendalaman intensif karena disinyalir ada jaringan penadah yang lebih gurita di wilayah Pasuruan hingga Probolinggo.

​"Dua penadah sudah kami amankan. Pengembangannya masih terus dilakukan, baik di Probolinggo maupun Pasuruan. Satu tersangka saat ini masih harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara akibat insiden (tindakan tegas terukur) saat proses penangkapan," jelas AKBP Jumhur secara gamblang.

​Buron Sampai ke Bali, Pelaku Utama Diringkus di Ubud

​Penyelidikan mendalam mengungkap fakta menarik terkait profil pelaku utama komplotan pencuri mobil asal Jember. Pelaku diketahui bekerja serabutan sebagai buruh bangunan di Bali. Ketika tidak ada proyek, ia memilih pulang kampung ke Jember hanya untuk melakukan aksi pencurian mobil, sebelum akhirnya kabur kembali ke Pulau Dewata untuk bersembunyi.

​Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pelarian pelaku berakhir tragis saat Tim URC Jatanras Polda Jatim berhasil mengendus keberadaannya dan memborgol pelaku di wilayah Ubud, Bali, saat tengah bekerja.

​Dari hasil pemeriksaan awal, kedua komplotan ini terindikasi kuat telah beraksi di sedikitnya 10 TKP (Tempat Kejadian Perkara) berbeda di wilayah Jawa Timur. Saat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim masih terus mengejar pelaku-pelaku lain yang diduga terlibat dalam sindikat ini guna membersihkan Jatim dari aksi premanisme dan curanmor.

​(Red/Tim Investigasi)

Posting Komentar