Viral Ibu Muda di Mojokerto Curi Tas Sekolah demi Adik, Polisi Upayakan Restorative Justice
MOJOKERTO ||BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian di sebuah toko serba ada (Toserba) di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Pelaku aksi pencurian tersebut ternyata adalah seorang ibu muda berinisial ES (21), warga Kecamatan Kemlagi, yang saat kejadian membawa serta anak-anaknya yang masih balita dan bayi.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Stok Barang yang Kurang
Pemilik Toserba sekaligus korban pencurian, Eusudiro (46), menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang. Ia baru menyadari adanya pencurian setelah mendapati stok tas di tokonya berkurang secara tidak wajar.
Sempat berpikir positif bahwa barang tersebut hanya salah letak, Eusudiro kemudian memutuskan untuk memeriksa rekaman CCTV toko sebelum jam operasional dimulai.
"Tapi tidak ada. Saya coba kroscek CCTV dari sebelum saya buka. Setelah saya cek ternyata, setelah si pelaku datang kok tidak ada. Dan saya cek lebih dalam ternyata diambil olehnya," papar Eusudiro, Senin (13/7/2026).
Dari hasil pengecekan CCTV, pelaku diketahui menggasak tiga jenis barang, yaitu:
Buku tulis
Tas sekolah
Parfum
Total kerugian yang dialami korban diperkirakan berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Setelah rekaman CCTV tersebut diunggah ke media sosial dan menjadi viral, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kemlagi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Motif Pelaku: Terhimpit Ekonomi demi Adik Sekolah
Setelah diidentifikasi oleh Polsek Kemlagi, pelaku ES (21) kooperatif memenuhi panggilan polisi pada Senin (13/7/2026). Di hadapan penyidik, ES menangis dan mengakui seluruh perbuatannya yang didorong oleh faktor ekonomi yang pelik.
ES mengaku nekat mencuri karena merasa iba dengan adik perempuannya yang akan segera masuk sekolah namun belum memiliki tas, sementara waktu tahun ajaran baru sudah sangat mendesak.
Kondisi keuangan keluarganya pun sangat terbatas. Suami ES bekerja sebagai buruh di peternakan ayam di Jombang dengan penghasilan tidak menentu—paling banyak memberi uang belanja Rp 50.000 dan tidak setiap hari ada.
Niat Awal Membeli: ES sebenarnya membawa uang untuk membeli perlengkapan sekolah bersama adik dan dua anaknya (masing-masing berusia 2,5 tahun dan 40 hari).
Uang Kurang: Saat hendak membayar, ia menyadari uangnya tidak cukup, hingga akhirnya gelap mata dan nekat menyembunyikan barang-barang tersebut.
Pernah Terlibat Kasus Serupa: Di hadapan polisi, ES juga mengaku bahwa ini bukan aksi pertamanya. Karena desakan ekonomi, ia tercatat sudah 4 kali tertangkap melakukan aksi pencurian serupa.
"Saya posisi tinggal sama ayah. Ibu sudah tidak ada," tutur ES dengan nada lirih.
Polisi Dorong Penyelesaian Lewat Restorative Justice
Menyikapi latar belakang kasus ini, Kapolsek Kemlagi Iptu Danny Rizar menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini di luar jalur hukum pidana, yakni melalui mediasi kedamaian atau restorative justice.
Pihak kepolisian telah mengundang pemilik toko, pelaku, serta perangkat desa setempat untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang humanis. Langkah ini diambil mengingat nilai kerugian materiil korban yang relatif kecil serta kondisi sosial ekonomi pelaku yang memprihatinkan.
"Saat ini kami menggali bukti-bukti kuat. Dan harapannya yang bersangkutan kooperatif dan bisa bertanggung jawab atas perbuatannya. Kami juga telah mendatangi pemilik toko, dan beliau menegaskan jika yang bersangkutan berniat bertanggung jawab maka siap diselesaikan dengan kekeluargaan," tandas Iptu Danny Rizar.
Tim Redaksi
