Bekas Tambang Galian C di Gresik Makan Korban, Bocah SD Tewas Tenggelam
GRESIK — BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Sebuah tragedi terjadi di kawasan bekas tambang galian C di Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Seorang bocah SD berusia 10 tahun dilaporkan tewas tenggelam setelah bermain di area kubangan bekas tambang.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban yang diketahui bernama Ahmad Ramdhani (10) bersama beberapa rekannya pergi ke lokasi bekas galian C pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Lokasi tersebut diperkirakan berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah korban.
Sekitar pukul 13.00 WIB, teman-temannya panik dan memanggil warga setempat karena Ahmad tiba-tiba tenggelam. Warga segera mengabari orang tua korban dan melakukan pencarian bersama. Setelah beberapa saat pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia — tenggelam di dalam kubangan bekas tambang.
Kapolsek Bungah, Iptu Suhari, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan medis luar (visum luar) tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam air dengan posisi kepala duluan sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Keluarga korban memilih tidak melakukan otopsi dan segera memakamkan korban. Mereka menganggap kejadian ini sebagai musibah yang tak terduga.
Kepergian Ahmad menyeret kembali sorotan terhadap sejumlah lokasi bekas galian tambang — terutama bekas galian C — yang masih menyisakan lubang atau kubangan air berbahaya, dan kerap dianggap sebagai area “bermain” bagi anak-anak. Pandangan ini diperparah oleh sejumlah insiden serupa di berbagai daerah.
Kejadian ini kembali menegaskan bahwa bekas lokasi tambang, meskipun sudah tidak aktif, tetapi berpotensi menjadi sumber bahaya serius jika tidak diamankan dengan baik.
Warga, orang tua, dan pihak terkait diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area dengan air yang mendalam atau lubang bekas tambang.
Pihak berwenang dan masyarakat diimbau untuk bersama-sama mengidentifikasi dan menutup lubang/lokasi bekas tambang yang berisiko, agar tidak terjadi peristiwa tragis serupa.
Tim Redaksi
