DPO Daholi Diduga Kebal Hukum! Kapolres Sampang Bungkam, Wartawan Korban Nyaris Tewas Menanti Keadilan
Sampang - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana yang terjadi di Dusun Polai Timur, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan tajam publik dan kalangan pers.
Pasalnya, meskipun perkara tersebut telah disidangkan, salah satu tersangka berstatus DPO bernama Daholi hingga kini masih bebas berkeliaran di wilayah setempat, seolah kebal terhadap hukum.
Menurut informasi warga, Daholi bahkan beberapa kali terlihat menghadiri acara kondangan dan pulang ke rumahnya, tanpa ada tindakan dari aparat kepolisian.
> “Kami sudah lihat sendiri. Orang itu (Daholi) sering nongol di rumahnya, bahkan datang ke kondangan. Tapi kok bisa belum ditangkap juga?” ujar salah satu warga Bira Tengah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
⚖️ Publik Pertanyakan Komitmen Penegakan Hukum
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja aparat Polres Sampang, yang dinilai publik tidak tegas dalam menegakkan hukum secara adil.
Sejumlah warga bahkan mengaku sudah mengirimkan foto keberadaan DPO kepada aparat, namun belum ada langkah nyata untuk melakukan penangkapan.
Lebih ironis lagi, Kapolres Sampang AKBP Hartono saat dikonfirmasi oleh Pimpinan Redaksi Media Tribuncakranews.com melalui pesan WhatsApp, tidak memberikan jawaban dan terkesan menghindari konfirmasi publik.
Sikap bungkam ini justru memperkuat dugaan adanya pembiaran dan lemahnya komitmen penegakan hukum, terlebih karena identitas dan lokasi keberadaan DPO sudah diketahui secara jelas.
🩸 Wartawan Jadi Korban, DPO Masih Bebas
Kasus ini bermula dari aksi pembacokan brutal terhadap Nuriman, seorang wartawan sekaligus Kabiro Sampang Media Tribuncakranews.com.
Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis clurit, dengan luka robek di leher belakang sepanjang 10 cm dan lebar 5 cm, serta luka di telapak tangan kanan.
Satu pelaku, Zeinuddin, telah berhasil ditangkap pada 18 Juni 2025 di Jalan Raya Banyuates saat hendak menuju Surabaya, namun Daholi, yang diduga berperan aktif dalam aksi tersebut, hingga kini belum tersentuh hukum.
🔥 Gus Aulia Mengecam Keras: “Ini Tamparan Bagi Keadilan!”
Menanggapi situasi ini, Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., selaku Ketua Presidium DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), mengecam keras lemahnya tindakan aparat penegak hukum di Polres Sampang.
> “Ini bukan sekadar kasus penganiayaan terhadap seorang wartawan, tapi sudah menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di negeri ini. Bagaimana mungkin seorang DPO yang jelas identitas dan keberadaannya bisa bebas berkeliaran tanpa tindakan tegas?” tegas Gus Aulia saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).
Lebih lanjut, Gus Aulia menegaskan bahwa profesi wartawan dilindungi oleh undang-undang, dan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak asasi manusia.
> “Kami dari DPP PWDPI meminta Kapolda Jawa Timur hingga Kapolri untuk turun tangan langsung. Jangan biarkan hukum dipermainkan dan martabat wartawan diinjak-injak. Keadilan harus ditegakkan, tanpa pandang bulu,” tandasnya.
⚠️ Hukum Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan dunia jurnalistik, yang menilai penegakan hukum di wilayah Sampang terkesan tumpul ke atas namun tajam ke bawah.
Banyak pihak mendesak agar Propam Polda Jatim turut memeriksa dugaan kelalaian dan pembiaran dalam penanganan kasus ini.
Masyarakat pun berharap agar DPO Daholi segera ditangkap, dan keadilan bagi korban Nuriman benar-benar ditegakkan tanpa intervensi pihak mana pun.
📰 Redaksi: Tim Investigasi BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
📅 Tanggal: Kamis, 13 November 2025
📍 Lokasi: Sampang, Jawa Timur
