BREAKING NEWS

Menanam Nilai Luhur: Perpaduan Didikan Jawa–Islam dalam Keluarga dan Generasi Baru”

https://www.busermediainvestigasi.id/?m=1 

Gambar Ilustrasi

Kajian ke-8

BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-Menanam Nilai Luhur: Perpaduan Didikan Jawa–Islam dalam Keluarga dan Generasi Baru”

Pendahuluan

Setelah memahami bagaimana etika sosial dibangun dari ajaran Kejawen Nusantara dan prinsip Tauhid Islam, kini kita memasuki ranah yang lebih mendasar: keluarga dan pendidikan generasi penerus.

Kearifan Jawa dan Islam sama-sama memandang keluarga sebagai pusat laku spiritual, tempat dimana budi pekerti dibentuk, dan nilai-nilai luhur diwariskan.

Kajian ke-8 ini mengurai bagaimana harmoni budaya–agama dapat ditanamkan dalam keluarga modern agar generasi baru tidak tercerabut dari akar, tetapi tetap siap menghadapi zaman.


1. Keluarga sebagai “Pawon Budi” dan “Madrasah Pertama”

Orang Jawa menyebut rumah sebagai pawon budi — dapur tempat budi pekerti dimasak dan dibentuk.

Dalam Islam, keluarga dikenal sebagai madrasah ula — sekolah pertama bagi anak.

Artinya, spiritualitas tidak dimulai dari tempat ibadah atau sekolah formal, tetapi dari kehangatan rumah:

cara orang tua berbicara,

cara menghadapi masalah,

cara memperlihatkan kasih sayang,

hingga cara menghormati tamu.

Dua tradisi ini sama-sama menekankan bahwa pembentukan karakter harus dimulai dari rumah.


2. Tiga Pilar Pendidikan Jawa–Islam untuk Generasi Baru

a. Tata krama — Adab

Dalam Kejawen: Tata krama adalah dasar menghormati sesama.

Dalam Islam: adab adalah fondasi dari seluruh ilmu dan ibadah.

Keduanya menegaskan:

“Ilmu tanpa adab adalah kesombongan.”

Generasi baru perlu distabilkan dengan adab agar tidak mudah terjebak budaya instan.

b. Gotong royong — Ta’awun

Kearifan Jawa menjunjung guyub rukun,

Islam mengajarkan ta’awun, saling tolong menolong.

Ini membentuk anak menjadi:

tidak individualis,

siap peduli,

dan mampu hidup dalam komunitas.

c. Sabar lan narima — Sabr & Syukur

Nilai Jawa mengajarkan narima ing pandum (menerima dengan lapang).

Islam menekankan sabr (kesabaran) dan syukur.

Dua nilai ini membuat generasi muda:

tahan banting,

tidak mudah gelisah,

dan mampu menjaga kewarasan di era digital.


3. Pendidikan Hati: Laku “Rina Rasa” dan Ihsan

Orang Jawa mendidik hati melalui rina rasa — kemampuan merasakan sebelum bertindak.

Dalam Islam, hal ini sejalan dengan ihsan — kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita.

Dua nilai ini membentuk generasi yang:

tidak hanya pintar,

tetapi juga halus budi dan berempati.

Karena kecerdasan tanpa empati hanyalah kehampaan.


4. Mewariskan Tradisi Tanpa Fanatisme

Di era modern, konflik identitas sering muncul antara “nilai tradisional” dan “ajaran agama”.

Padahal, keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Pendekatan yang bijak dalam keluarga adalah:

mewariskan tradisi Jawa sebagai budaya luhur,

menanamkan nilai Islam sebagai pedoman ketuhanan,

tanpa memaksa keduanya saling meniadakan.

Generasi yang dibesarkan dengan cara ini akan tumbuh menjadi pribadi yang matang, lembut, dan tidak mudah terseret ekstremisme berpikir.


5. Tantangan Zaman Digital dan Jalan Tengah Pendidikan

Keluarga hari ini menghadapi tantangan baru:

distraksi gadget,

derasnya informasi,

budaya instan,

hingga hilangnya kedekatan emosional.

Namun nilai Jawa–Islam memberi jalan tengah:

membiasakan ngobrol dan duduk bareng,

membangun rutinitas srawung dan silaturahmi,

membatasi penggunaan gawai dengan bijak,

dan menghidupkan kembali tradisi makan bersama.

Inilah bentuk pendidikan spiritual yang membumi, tidak menggurui, tetapi menghidupkan kebersamaan.


Penutup (Bersambung)

Kajian ke-8 menegaskan bahwa harmoni Jawa–Islam dapat menjadi fondasi kuat untuk membina keluarga dan mendidik generasi baru yang berkarakter, berempati, dan tetap terhubung pada nilai ketuhanan.

Selanjutnya, kita akan memasuki Kajian ke-9, yang membahas bagaimana harmoni spiritual ini mempengaruhi kepemimpinan, tata masyarakat, dan visi masa depan Nusantara.

https://www.busermediainvestigasi.id/?m=1

Bersambung ke Kajian ke-9 —


Posting Komentar