BREAKING NEWS

Dari Masjid untuk Ketahanan Pangan Bawean: Wabup Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya, Desa Ditantang Mandiri Air dan Listrik

GRESIK – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID Upaya membangun kemandirian desa berbasis energi terbarukan terus digencarkan di Pulau Bawean. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif secara resmi meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Masjid As-Shalihin, Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Rabu (11/2/2026).

Program strategis tersebut merupakan hasil kolaborasi Lazismu Jawa Timur dengan awak media Kitabisa serta yang diwujudkan melalui pembangunan sumur bor dan instalasi pompa air berbasis tenaga surya. Kehadiran PATS ini tidak hanya menopang kebutuhan air Masjid As-Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean, namun juga diarahkan untuk mendukung pengairan pertanian dan penguatan ketahanan pangan masyarakat setempat.

Wabup Gresik yang akrab disapa Dokter Alif menegaskan, program ini harus menjadi contoh konkret bagi seluruh desa di Pulau Bawean. Ia menyebut, dari 30 desa yang tersebar di dua kecamatan—17 desa di Kecamatan Sangkapura dan 13 desa di Kecamatan Tambak—sudah saatnya desa-desa didorong untuk mandiri dalam pemenuhan kebutuhan air dan listrik.

“Dengan adanya Pompa Air Tenaga Surya ini, saya berharap bisa menjadi role model bagi desa-desa lain di Bawean. Jika setiap desa mampu mewujudkan ketahanan air dan listrik, insya Allah dampaknya sangat besar bagi pertanian, perkebunan, hingga peternakan yang bisa dikelola secara mandiri,” tegas Wabup Alif.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazismu Jawa Timur dan awak media atas terlaksananya program intervensi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan energi surya untuk pengairan adalah langkah visioner yang relevan dengan kebutuhan wilayah kepulauan seperti Bawean.

“Mudah-mudahan sumur bor bertenaga surya ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar masjid, baik untuk kebutuhan ibadah, pendidikan, maupun pengairan sawah,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, K.H. Muhammad Toha Mahsun, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pembangunan sumur bor yang bahkan telah mengeluarkan air tanpa bantuan pompa konvensional. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti kuat bahwa kawasan sekitar Masjid As-Shalihin memiliki sumber air yang melimpah.

“Ini anugerah luar biasa. Sumur bor ini tidak hanya untuk masjid dan sekolah, tetapi juga sangat potensial untuk mendukung pengairan sawah dan program ketahanan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa program PATS di Bawean merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Lazismu.

Awalnya, Muhammadiyah mengajukan tiga titik program di wilayah Gresik, namun setelah proses survei, lokasi di Pulau Bawean dinilai paling layak untuk menjadi fokus intervensi.

“PATS ini kami rancang tidak hanya untuk kepentingan Masjid As-Shalihin, tetapi juga untuk masyarakat luas. Ke depan, pemanfaatannya diharapkan bisa menjangkau pengairan sawah, bahkan kebutuhan air minum warga sekitar,” jelas Zaenal.

Peresmian sekaligus serah terima sistem pengairan bertenaga surya tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Gresik Suprapto, Forkopimcam Sangkapura, Ketua MUI Sangkapura K.H. Mashudi Wasyi, Ketua PCM Sangkapura Hairuddin, Ketua NU Care-Lazisnu PCNU Bawean Mohammad Ilyas, Muhammad Nur Afif dan Naufal, serta tokoh agama dan masyarakat Muhammadiyah.

Program Pompa Air Tenaga Surya di Masjid As-Shalihin ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air dan pangan, sekaligus menegaskan bahwa energi terbarukan adalah masa depan desa-desa di wilayah kepulauan.

HDK / Redaksi 

Posting Komentar