EKSLUSIF INVESTIGASI: Gresik di Persimpangan Jalan, Menanti Sosok Sekda Visioner di Tengah Karut-Marut Birokrasi dan Defisit Anggaran!
GRESIK - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Genderang seleksi terbuka (selter) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik mulai ditabuh. Meski pendaftaran belum resmi dibuka, aroma persaingan di balik layar antar kandidat sudah mulai tercium publik. Namun, di balik keriuhan bursa nama tersebut, sebuah pertanyaan besar menyeruak ke permukaan: Apakah seleksi ini hanya sekadar formalitas administratif, ataukah benar-benar upaya mencari sosok penyelamat birokrasi?
Beban Berat Sang "Panglima ASN"
Posisi Sekda bukan sekadar jabatan struktural mentereng. Ia adalah "jantung" sekaligus "dirigen" yang harus memastikan orkestra pemerintahan berjalan harmonis. Dengan realisasi investasi yang menembus angka Rp29,4 triliun, Gresik seharusnya menjadi daerah yang maju pesat. Namun faktanya, sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah seringkali membentur tembok birokrasi yang kaku.
LPK-RI Angkat Bicara: "Jangan Ada Jagoan Pesanan!"
Menanggapi dinamika ini, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik, memberikan statemen menohok. Dalam wawancara eksklusif dengan tim investigasi, sosok yang dikenal vokal ini memberikan peringatan keras kepada panitia seleksi.
"Gresik hari ini tidak sedang baik-baik saja secara manajerial birokrasi. Kita butuh Sekda yang punya nyali dan visi, bukan sekadar 'tukang stempel' atau administrator yang hanya menunggu perintah. LPK-RI akan mengawal ketat proses ini. Kami tidak ingin posisi strategis ini diisi oleh 'jagoan pesanan' yang hanya pintar menyenangkan atasan tapi buta terhadap penderitaan rakyat," tegas Gus Aulia.
Beliau menambahkan bahwa Sekda ke depan harus memiliki kemampuan mitigasi risiko fiskal yang mumpuni.
"Lihat saja, anggaran perawatan Heritage Bandar Grissee turun drastis, Dana Desa pun anjlok dari Rp316 miliar menjadi Rp108 miliar di 2026. Ini tamparan keras! Jika Sekdanya nanti tidak visioner dan tidak mampu melakukan efisiensi serta inovasi PAD, maka pembangunan Gresik akan jalan di tempat," pungkasnya dengan nada tinggi.
Daftar "Dosa" Infrastruktur dan Ironi Anggaran
Hasil penelusuran tim BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID di lapangan mengungkap sederet fakta pahit yang menanti sang Sekda baru:
• Darurat Sampah: Penanganan sampah yang masih konvensional tanpa solusi jangka panjang.
• Waktu Respon Damkar: Masih di angka 30-35 menit, jauh dari standar keselamatan internasional (15-20 menit).
• Krisis Jalan Rusak: Infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi masih banyak yang terbengkalai.
• Anomali Dana Desa: Penurunan jatah per desa yang kini hanya berkisar Rp249 juta – Rp373 juta (sebelumnya mencapai Rp1,2 miliar) berpotensi memicu gejolak di tingkat bawah.
Mencari Eksekutor Tema Pembangunan 2026
Bupati Fandi Akhmad Yani telah mematok tema besar: "Percepatan transformasi sosial dan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan". Namun, visi besar ini akan menjadi macan kertas jika Sekda yang terpilih adalah sosok yang konservatif.
Sekda visioner dituntut mampu mencontoh strategi kreatif seperti yang kerap digaungkan Mendagri Tito Karnavian—meningkatkan PAD tanpa mencekik rakyat kecil. Dengan target PAD sebesar Rp 1,596 triliun dari total pendapatan Rp 3,361 triliun, kreativitas dalam ekstensifikasi pajak menjadi harga mati.
Catatan Akhir: Momentum Emas atau Pelengkap Struktur?
Tim Baperjakat yang dikomandani Achmad Washil Miftahul Rachman memegang tanggung jawab moral yang besar. Publik menuntut transparansi total. Rekam jejak harus dibedah, bukan sekadar nilai di atas kertas.
Gresik membutuhkan pemimpin birokrasi yang berani mendobrak sekat-sekat kepentingan.
Kita butuh sosok yang mampu menjadikan birokrasi sebagai akselerator, bukan penghambat.
Berikan kami Sekda yang layak untuk kebesaran nama Gresik. Berikan kami Sang Visioner!
Redaksi Selalu Komitmen menyajikan fakta di balik berita dan selalu Memberikan kesempatan kepada para pihak pihak terkait untuk memberikan konfirmasi klarifikasi dan koordinasi melalui WhatsApp Redaksi 0822-5758-7374 Guna Memberikan keberimbangan informasi Berita.
Tim Investigasi BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Berdasarkan Analisis:
Mas'ud Hakim, M.Si., M.H. (Pemerhati Kebijakan Publik / Ketua LSM PiAR)
Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph (Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik)
