Jembatan Urat Nadi Manyar Terkatung-katung: Revitalisasi Total Molor, Publik Tunggu Kepastian
Font Terkecil
Font Terbesar
GRESIK, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID - Rencana revitalisasi total Jembatan Manyar yang berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali menuai sorotan tajam publik. Proyek infrastruktur vital yang digadang-gadang menjadi solusi atas kondisi jembatan tersebut dipastikan mengalami pergeseran jadwal dari rencana semula.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali masih berkutat pada proses tender untuk menentukan pihak pelaksana proyek.
Tahapan administratif ini disebut menjadi faktor utama molornya pelaksanaan revitalisasi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan jalur strategis distribusi ekonomi kawasan Manyar dan sekitarnya.
Jembatan Manyar bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan jalur krusial bagi aktivitas industri, logistik, serta pergerakan masyarakat. Karena itu, keterlambatan revitalisasi menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait aspek keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus transportasi.
Di sisi lain, BBPJN Jatim–Bali disebut menekankan kehati-hatian dalam proses tender agar proyek strategis ini tidak menyisakan persoalan hukum maupun teknis di kemudian hari. Transparansi, akuntabilitas anggaran, dan kualitas pelaksanaan menjadi kunci agar revitalisasi benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Namun demikian, publik berharap proses tender tidak berlarut-larut. Desakan agar pemerintah segera memberikan kepastian jadwal pelaksanaan kian menguat, mengingat kondisi jembatan yang dinilai sudah mendesak untuk direvitalisasi secara menyeluruh.
BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID menegaskan akan terus mengawal dan memantau perkembangan proyek revitalisasi Jembatan Manyar, mulai dari proses tender, penetapan pemenang, hingga realisasi pekerjaan di lapangan, demi memastikan proyek berjalan transparan, tepat waktu, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
HDK/Redaksi
