Oknum Lurah Diduga 'Minta Jatah' Syarat Aman Penggusuran, Janji Manis Berujung Pengkhianatan!
TEGAL - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Jagat maya kembali diguncang oleh skandal memuakkan yang diduga melibatkan oknum pemangku jabatan di tingkat Kelurahan. Sebuah rekaman video curhatan pilu seorang wanita pemilik warung mendadak viral, mengungkap tabir gelap di balik proses penertiban bangunan yang diwarnai dugaan pelecehan seksual dan penyalahgunaan wewenang.
Modus Operandi: Janji Aman Barter 'Pelayanan'
Berdasarkan penelusuran tim redaksi dari video yang beredar luas, narasi yang berkembang menyebutkan bahwa oknum Lurah tersebut menjanjikan kekebalan penggusuran terhadap warung milik korban. Namun, janji tersebut tidak gratis. Sang oknum diduga meminta syarat tidak senonoh, yakni berhubungan intim sebagai "pelicin" agar lapak milik warga tersebut tetap tegak berdiri.
Sangat memilukan, korban mengaku telah menuruti kemauan bejat sang oknum demi menyambung hidup melalui warungnya. Namun, pepatah 'Habis Manis Sepah Dibuang' nampaknya nyata terjadi. Meski "permintaan" telah dipenuhi, warung korban tetap rata dengan tanah akibat pembongkaran oleh petugas.
Publik Geram, Mendesak Aparat Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, lokasi persis dan identitas oknum Lurah tersebut masih menjadi teka-teki, namun bola panas sudah menggelinding di tengah masyarakat. Ribuan komentar warganet membanjiri unggahan tersebut dengan nada kecaman keras.
"Ini sudah masuk ranah pidana! Bukan sekadar etika, tapi pemerasan dan pelecehan seksual dengan memanfaatkan jabatan," tulis salah satu netizen yang mendesak pihak Kepolisian untuk segera turun tangan tanpa menunggu laporan resmi.
Tim Investigasi Bergerak
BUSER MEDIA INVESTIGASI terus memantau perkembangan kasus ini. Kami mengingatkan bahwa tindakan oknum yang mencoreng institusi pemerintahan desa/kelurahan tidak boleh dibiarkan. Transparansi dari instansi terkait sangat diperlukan agar isu ini tidak menjadi bola liar yang merusak citra seluruh aparatur negara.
Publik kini menunggu keberanian korban untuk melapor secara resmi dan berharap agar penegak hukum segera melakukan tracking terhadap video tersebut guna menyeret sang oknum ke meja hijau jika terbukti benar.
Keadilan harus ditegakkan, hukum tidak boleh tumpul ke atas!
Tim Redaksi
