Rembuk Akur Warga Kecamatan Tambak Bawean, Wabup Alif Tegaskan Kebijakan Harus Selaras Kebutuhan Riil Masyarakat
GRESIK – BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Dalam upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat kepulauan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi Anggota DPRD Gresik Lutfi Dhawam menggelar kegiatan Rembuk Akur bersama warga Kecamatan Tambak Bawean. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Senin (9/2/2026).
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Rembuk Akur merupakan wadah komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan masyarakat. Forum ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk selalu terbuka terhadap masukan, kritik, serta keluhan warga.
“Rembuk Akur ini adalah sarana silaturahmi sekaligus forum komunikasi dua arah agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ujar Wabup Alif.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif.
Melalui dialog langsung dengan masyarakat, diharapkan muncul perspektif baru serta solusi inovatif untuk perbaikan kebijakan ke depan.
“Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan evaluasi. Dari sinilah pemerintah bisa melihat persoalan secara riil dan merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga Kecamatan Tambak Bawean mengungkapkan berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan perbaikan infrastruktur, ketersediaan pupuk bagi petani, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga persoalan sosial lainnya. Seluruh aspirasi yang disampaikan dicatat untuk ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Kegiatan Rembuk Akur ditutup dengan dialog interaktif antara Wakil Bupati Gresik dan masyarakat. Dalam dialog tersebut, dibahas sejumlah solusi serta rencana tindak lanjut guna memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah dan warga, sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, Muspika, hingga warga setempat. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah, khususnya bagi masyarakat Pulau Bawean.
HDK/Redaksi
