BREAKING NEWS

Filosofi "Satu Rasa dalam Takaran Ikhlas": Phatas Community Tebar Kebaikan di Jantung Kota Surabaya

SURABAYA - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Momentum Ramadan 1447 H bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan panggung pembuktian kepedulian sosial terhadap sesama. Hal inilah yang ditegaskan oleh Phatas Community, sebuah konsorsium media yang terdiri dari Informasi Phatas, Liputan Phatas, Kabar Phatas, dan Media Phatas.

​Pada Sabtu sore (14/03/2026), deru mesin kendaraan di kawasan SPBU Unesa mendadak syahdu. Puluhan awak media yang biasanya berkutat dengan pena dan kamera, turun ke jalanan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Sinergi Tanpa Batas: Mengubur Ego Sektoral
​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Hengki Siswoyo, Owner Phatas Group. Tak sendirian, para punggawa redaksi tampak solid di lapangan, di antaranya:
• ​Agus Maz Tuan (Pimred Informasi Phatas)
• ​Dedik / Wargon (Pimred Liputan Phatas)
• ​Jay (Pimred Kabar Phatas)
• ​Heri / Potter (Pimred Media Phatas)

​Hadir pula tokoh-tokoh pers dan aktivis kawakan seperti Dani (Media Expose Indonesia), Sanjaya (Pimred Media Berita Cakrawala), Sri Wahyuni (Pimred Bedah Indonesia), hingga tokoh Aktivis 98 Eko Gagak. Kehadiran mereka menyimbolkan bahwa pers bukan sekadar pengawas kekuasaan, melainkan instrumen sosial yang peka terhadap denyut nadi rakyat kecil.

Bedah Filosofi: Sedekah sebagai Jembatan Spiritual
​Bagi Phatas Community, bagi-bagi takjil di SPBU Unesa ini memiliki nilai filosofis yang mendalam. Di tempat di mana orang berhenti untuk mengisi "bahan bakar" kendaraan, para insan pers ini hadir mengisi "bahan bakar" spiritual melalui berbagi.

​"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Ini bukan soal kuantitas yang diberikan, tapi tentang keberkahan dan kebahagiaan yang mampu kita tularkan kepada masyarakat yang masih berjuang di jalanan saat waktu berbuka tiba," ujar Hengki Siswoyo dengan nada rendah hati.

​Filosofi ini dipertegas oleh Agus Maz Tuan, yang memandang bahwa kegiatan ini adalah upaya memanusiakan manusia. "Media harus punya jiwa. Kami tidak ingin hanya menjadi penyampai berita, tapi juga menjadi bagian dari solusi dan kebahagiaan umat," tandasnya.

Hangatnya Kebersamaan di Warung Bu Yeni
​Usai berjibaku di jalanan, rombongan bergeser menuju Warung Bu Yeni di Villa Taman Telaga TJ, Lidah Kulon, untuk melaksanakan buka puasa bersama. Menariknya, Warung Bu Yeni merupakan unit usaha milik Hengki Siswoyo (yang akrab disapa Sifu).

​Di tempat ini, sekat-sekat jabatan luruh. Pemilik media, pimpinan redaksi, jajaran wartawan, hingga aktivis duduk melingkar dalam satu nampan persaudaraan. Acara yang diisi dengan tausiah singkat dan doa bersama ini menggambarkan filosofi "Manunggalnya Rasa". Bahwa di atas segalanya, persatuan dan solidaritas antar media adalah kunci untuk memberikan kontribusi positif bagi kemanusiaan.

Komitmen Sosial
​Phatas Community menutup kegiatan tersebut dengan satu janji: Keberlanjutan. Kegiatan sosial ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan manifestasi dari visi besar komunitas untuk terus bergerak di jalur kemanusiaan.

Laporan: Tim Investigasi Surabaya
Najib / Redaksi 


Posting Komentar