BREAKING NEWS

Gegap gempita sotr berujung tegang, tim opsnal satreskrim polres sampang gercep redam bentrokan antar pemuda

SAMPANGBUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Markas Besar Kepolisian Resor (Polres) Sampang melalui Tim Opsnal Satreskrim membuktikan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pada Minggu dini hari (08/03/2026), petugas terpaksa bertindak tegas membubarkan aksi Sahur on the Road (SOTR) yang nyaris berujung bentrok berdarah di kawasan Monumen Trunojoyo, Sampang.

Kronologi Gesekan di Jantung Kota
​Berdasarkan pantauan tim investigasi di lapangan, ketegangan mulai memuncak saat ratusan pemuda memadati area monumen pada pekan kedua Ramadan. Alih-alih melakukan syiar ibadah, euforia malam Minggu justru memicu gesekan fisik dan adu mulut antar kelompok akibat kesalahpahaman saat berkonvoi.

​Merespons laporan masyarakat yang mulai resah, Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Fajri Alim, langsung menerjunkan unit Resmob yang dikomandoi oleh Aiptu Akson dan Aiptu Ridwan. Kehadiran "Tim Macan" ini menjadi kunci redamnya emosi massa sebelum kerusuhan meluas ke pusat perbelanjaan dan pemukiman warga.

Tindakan Tegas dan Humanis
​Kepada awak media BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, Aiptu Akson menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pihak manapun yang mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Kabupaten Sampang.
​"Kami menerima laporan warga adanya keramaian yang mulai tidak terkendali di lokasi Monumen Teluk Jaya. Kami beserta jajaran Opsnal Satreskrim segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan," tegas Aiptu Akson saat memimpin giat patroli di lokasi kejadian.

​Setibanya di titik rawan, petugas langsung melakukan pembubaran paksa namun tetap mengedepankan sisi edukasi. Langkah ini diambil mengingat aktivitas SOTR tersebut telah melampaui batas kewajaran dan sangat mengganggu pengguna jalan serta warga yang hendak melaksanakan ibadah sahur dengan tenang.

Komitmen Menjaga Kekhusyukan Ramadan
​Senada dengan hal tersebut, Aiptu Ridwan menambahkan bahwa insiden ini murni dipicu oleh euforia berlebihan tanpa kontrol diri. Beruntung, gerak cepat jajaran Opsnal berhasil meredam situasi tanpa adanya korban luka dari kedua belah pihak.
​"Ini merupakan komitmen kami dalam menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan. Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi-aksi premanisme atau keributan yang dibalut kegiatan sahur. Masyarakat butuh ketenangan, bukan kegaduhan," pungkas Aiptu Ridwan dengan nada tegas.

Himbauan bagi Orang Tua
​Sebagai langkah preventif, Polres Sampang menghimbau keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas luar rumah anak-anak mereka, terutama pada malam Minggu.

​Pihak kepolisian memastikan akan terus meningkatkan intensitas patroli skala besar hingga Hari Raya Idulfitri guna memastikan Bumi Bahari tetap aman dari segala bentuk tindakan kriminalitas maupun gangguan Kamtibmas.

Kontributor: Mauludin
Redaksi 


Posting Komentar