OTT Bupati Cilacap: Aroma Setoran THR Menguap, Kapolresta Angkat Bicara, KPK Geser Pemeriksaan ke Banyumas!
CILACAP - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Kabar menghebohkan kembali mengguncang Tanah Air. Jagat raya Cilacap mendadak panas setelah tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap orang nomor satu di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi Buser Media Investigasi, kasus ini mencuat ke permukaan dengan dugaan motif yang cukup berani: Pengumpulan "Uang THR".
Diduga kuat, ada pengondisian dana yang ditarik dari para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Cilacap. Mirisnya, aliran dana tersebut disinyalir bakal "dihibahkan" kepada jajaran Forkopimda, termasuk oknum di institusi kepolisian dan kejaksaan.
Kapolresta Cilacap Pasang Badan: "Kami Profesional!"
Menanggapi isu miring yang menyeret institusinya, Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, langsung memberikan pernyataan tegas. Di hadapan awak media, perwira menengah melati tiga ini menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum KPK.
"Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan di KPK. Saya tegaskan, kami bekerja profesional dan sama sekali tidak pernah menerima aliran dana sebagaimana yang diisukan. Integritas adalah harga mati," tegas Kombes Budi.
Siasat KPK: Hindari "Main Mata", Pemeriksaan Digeser ke Banyumas
Demi menjaga marwah penyidikan agar tetap objektif dan steril dari intervensi "tangan-tangan gaib" di wilayah Cilacap, KPK mengambil langkah taktis. Lokasi pemeriksaan Bupati Syamsul secara mendadak dipindahkan ke wilayah Banyumas.
Langkah ini diambil guna meminimalisir konflik kepentingan serta menutup ruang komunikasi antara pihak-pihak terkait di wilayah hukum setempat. KPK berkomitmen agar kasus ini diusut tuntas secara transparan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
CATATAN REDAKSI:
Kasus ini menjadi ujian berat bagi komitmen pemberantasan korupsi di tingkat daerah. Publik kini menanti, sejauh mana "benang merah" setoran THR ini akan terungkap ke permukaan.
Aim end Tim/Redaksi
