BREAKING NEWS

INVESTIGASI YUSTISI: Borok SK ASN Palsu Gresik Terus Dikuliti, Pegawai DPMD "Bernyanyi" Usai Diperiksa Penyidik Polres!

GRESIK||BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Tabir gelap dugaan sindikat pemalsuan Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kian tersingkap. Tim penyidik Satreskrim Polres Gresik terus melakukan maraton pemeriksaan guna membongkar aktor intelektual di balik skandal yang mencoreng citra birokrasi tersebut.

​Kamis (23/4/2026), giliran Agus Priyono, salah satu pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gresik, kembali memenuhi panggilan penyidik Unit Tindak Pidana Umum (Pidum). Ini merupakan kali kedua Agus "digarap" polisi untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

Fakta Baru: Jejak Digital di Chat WhatsApp Jadi Pintu Masuk
​Kepada awak media, Agus Priyono membeberkan bahwa pemeriksaannya kali ini bukan sekadar formalitas. Ia diperiksa bersamaan dengan seorang oknum pegawai BKPSDM berinisial AD. Munculnya nama AD dalam pusaran kasus ini diduga kuat berawal dari temuan jejak digital dalam percakapan WhatsApp milik terduga pelaku utama berinisial AT.

"Kemarin ada pegawai BKPSDM AD juga dimintai keterangan penyidik terkait SK tersebut, karena namanya muncul di chat AT," tegas Agus saat dikonfirmasi di Mapolres Gresik.

Anak Sendiri Nyaris Jadi Korban Sindikat
​Agus tidak menampik kedekatannya dengan AT. Ia mengenal AT sejak terduga pelaku bertugas di Bagian Umum Setdakab Gresik yang ditempatkan di rumah dinas Bupati. Namun, hubungan tersebut tampaknya dimanfaatkan untuk meyakinkan korban.

​Agus mengaku sempat berkomunikasi dengan AT pada 2 April lalu untuk memastikan nasib anaknya yang dijanjikan posisi di Dinas Perhubungan (Dishub).

"AT pastikan anak saya tetap di Dishub, ya saya tidak tanya lagi. Dan setelah kasus SK mencuat, nomor AT langsung tidak bisa dihubungi (gelap)," ungkapnya dengan nada kecewa.

Sinyal Keterlibatan "Orang Dalam"?
​Hingga berita ini diturunkan, keberadaan AT masih menjadi misteri. Tim investigasi di lapangan melaporkan rumah terduga pelaku dalam kondisi kosong dan tempat usahanya tutup total.

​Publik kini mendesak Polres Gresik untuk tidak hanya berhenti pada pemeriksaan saksi-saksi, namun segera mengamankan aktor utama dan mendalami sejauh mana keterlibatan "orang dalam" di jajaran OPD terkait. Skandal ini menjadi ujian berat bagi komitmen Kapolres Gresik dalam memberantas praktik penipuan dan pemalsuan dokumen negara yang merugikan masyarakat kecil.

BUSER MEDIA INVESTIGASI akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas ke akar-akarnya. (Tim/Red)

Posting Komentar