BREAKING NEWS

Momentum Halalbihalal, GRIB Jaya Sidoarjo Tabuh Genderang Perang Lawan Korupsi APBD

SIDOARJO - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Memanfaatkan khidmatnya suasana Idulfitri 1447 H, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Sidoarjo melakukan konsolidasi besar-besaran. Organisasi besutan Rosario de Marshall (Hercules) ini secara lantang mempertegas komitmennya untuk mengawal transparansi anggaran daerah, khususnya terkait dana hibah dan Pokok Pikiran (Pokir) legislatif yang dinilai rawan penyelewengan.

​Acara Halalbihalal sekaligus rapat koordinasi ini digelar di kediaman Ketua PAC Krembung, Desa Rejeni, RT 03 RW 02, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (05/04/2026). Selain dihadiri pengurus dari 18 kecamatan, agenda ini juga menjadi momentum penguatan struktural melalui penyerahan SK Wakil Humas DPC Sidoarjo, SK PAC Sukodono, serta SK PAC Wonoayu.

​Wakil Ketua DPC GRIB Jaya Sidoarjo, Iwan Kurniawan, yang hadir mewakili Ketua DPC, Waldi, memberikan orasi tajam mengenai tata kelola APBD Sidoarjo. Ia mengingatkan seluruh kader agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan uang rakyat yang nilainya fantastis.

​"Pada periode 2022-2023, Sidoarjo menggelontorkan dana hibah yang hampir menyentuh angka Rp285 miliar. Kita harus melek informasi. Jangan sampai anggaran sebesar itu hanya menjadi bancakan oknum elit eksekutif maupun legislatif tanpa memberi dampak nyata bagi rakyat," tegas Iwan di hadapan ratusan kader yang hadir.

​Tak hanya dana hibah, Iwan juga menyoroti indikasi praktik lancung dalam penyaluran dana Pokir anggota dewan. Ia mengungkap adanya dugaan "potongan" anggaran yang merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.

​"Satu anggota dewan mengelola dana pelayanan masyarakat sekitar Rp3,5 miliar per tahun. Namun, ada dugaan dan indikasi dana tersebut dipangkas hingga 30 persen melalui mekanisme yang gelap. Di sinilah fungsi kontrol kita diuji! Jangan biarkan hak rakyat dirampas oleh permainan anggaran," tambahnya lugas.

​Untuk menjaga marwah organisasi agar tidak mudah diintervensi, Pembina DPC GRIB Jaya Sidoarjo, Selamet Joko Anggoro, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Saat ini, GRIB Jaya telah membentuk yayasan dan koperasi sebagai pilar kekuatan finansial organisasi.

​Selamet juga mengumumkan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas SDM anggotanya.

"Bulan April ini, kami akan menggelar sekolah singkat bagi pengurus PAC. Tujuannya agar mereka memahami SOP dalam melakukan audiensi dan pengawasan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan," jelasnya.
​Mesin Organisasi "Memanas"

​Senada, Ketua PAC Krembung, Fahrur Rosi, selaku tuan rumah, menyatakan kesiapan wilayahnya menjadi garda terdepan dalam menjalankan instruksi DPC. Ia menegaskan bahwa fungsi kontrol sosial harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

​"Kami memastikan mesin organisasi di tingkat bawah sudah panas. Kami siap bergerak satu komando untuk mengawal kebijakan publik, memastikan tidak ada lagi warga yang dipersulit saat membutuhkan hak dasarnya, seperti akses kesehatan," ujar Rosi.

​Sebagai langkah strategis jangka panjang, GRIB Jaya Sidoarjo mulai melontarkan wacana untuk mendorong kader-kader potensial terjun ke panggung politik pada pemilihan legislatif mendatang. Dengan APBD Sidoarjo yang mencapai Rp6,2 triliun, pengawasan dari dalam sistem dinilai sangat krusial.

​"Mimpi besar kita adalah melihat kader GRIB duduk di kursi DPRD Sidoarjo. Dengan karakter yang kuat dan tidak mudah 'masuk angin', kita akan pastikan uang rakyat benar-benar kembali ke tangan rakyat," pungkas Iwan Kurniawan.

​Acara ditutup dengan ramah tamah yang menyatukan komitmen seluruh jajaran pengurus, mulai dari wilayah Tulangan, Buduran, Jabon, hingga Balongbendo, untuk tetap setia pada garis perjuangan rakyat.

Kontributor: Mauludin
Editor  : Redaksi 

Posting Komentar