PCNU Banyuwangi Gaspol 100 Hari: Perkuat Sinergi, Siapkan Lompatan Program Nyata untuk Umat
Banyuwangi, 17 April 2026, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID — Semangat baru terasa kuat di tubuh Nahdlatul Ulama cabang Banyuwangi. Dalam suasana khidmat namun penuh energi, PCNU Banyuwangi menggelar Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah pada Jumat (17/4/2026) di kantor setempat. Agenda ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi titik tolak penting untuk mempercepat langkah organisasi ke depan.
Rais Syuriyah, KH. Fahrudin Manan, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi pada kepercayaan dan harmoni antara pemimpin dan yang dipimpin. Menurutnya, sinergi antara Syuriyah dan Tanfidziyah adalah fondasi utama untuk menjaga kekompakan sekaligus mendorong kerja kolektif yang produktif.
“Organisasi akan kokoh jika kita saling percaya dan terus menjaga keseimbangan peran,” pesannya dengan tegas.
Ia juga menyoroti pentingnya budaya evaluasi yang dimulai dari diri sendiri. Bagi KH. Fahrudin, pengurus tidak hanya dituntut bekerja, tetapi juga mampu mengoreksi dan mengawasi diri agar organisasi tetap berada di jalur yang benar.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi pentingnya sikap kehati-hatian, saling menghargai, dan keterbukaan dalam merangkul semua pihak. Prinsip 3K (komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi) didorong menjadi napas dalam setiap gerak organisasi, bukan sekadar jargon.
Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah, H. Ahmad Turmudy, tampil dengan langkah konkret. Ia memaparkan roadmap 100 hari kerja sebagai fase percepatan program. Fokusnya jelas: program tidak boleh berhenti di wacana, tetapi harus hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“PCNU harus menjadi bagian dari solusi umat, bukan hanya penonton,” ujarnya penuh optimisme.
Sebagai langkah awal, PCNU Banyuwangi akan menguatkan fondasi kelembagaan dengan membentuk sekitar 21 lembaga strategis. Lembaga-lembaga ini diharapkan menjadi mesin penggerak program di berbagai sektor. Tak hanya itu, konsolidasi juga akan diperluas hingga tingkat MWC dan ranting, memperkuat akar organisasi di tingkat bawah.
Adapun prioritas program mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kepesantrenan, dan lingkungan. Seluruh agenda ini nantinya akan dimatangkan dalam Musyawarah Kerja (Musyker), agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Rapat gabungan ini menjadi sinyal kuat: PCNU Banyuwangi tidak ingin berjalan biasa-biasa saja. Dengan sinergi yang semakin solid dan langkah yang lebih terstruktur, organisasi ini bersiap menghadirkan program yang adaptif, solutif, dan berdampak nyata bagi umat.
