BREAKING NEWS

Ribuan Driver Ojol Kepung Surabaya-Sidoarjo Selasa Depan, Tuntut Ketegasan Pemprov Jatim

SURABAYA|BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID 
Sebanyak 3.000 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah di Jawa Timur dipastikan akan memadati jalanan Kota Surabaya dan Sidoarjo pada Selasa, 28 April 2026. Aksi massa berskala besar ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Gubernur Jawa Timur terkait kesejahteraan dan regulasi transportasi online.

​Humas Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak) Jawa Timur, Samuel Grandy, mengonfirmasi bahwa peserta aksi terdiri dari pengemudi roda dua maupun roda empat. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk keresahan mitra driver terhadap kebijakan aplikator yang dinilai tidak berpihak pada pekerja lapangan.

​"Ojol roda 4 dan roda 2 akan melakukan aksi demo turun ke jalan di Sidoarjo dan Surabaya," ujar Samuel pada Jumat (24/4/2026).

Tiga Tuntutan Utama
​Dalam aksi tersebut, massa membawa tiga poin tuntutan krusial yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Timur:

• ​Payung Hukum Daerah: Mendesak Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur tentang Angkutan Sewa Khusus (ASK).

• ​Sanksi Tegas Aplikator: Menuntut Pemprov Jatim memberikan sanksi sosial kepada aplikator yang melanggar SK Gubernur Jatim. Selain itu, massa meminta adanya surat rekomendasi resmi dari Pemprov kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menindak aplikator nakal.

• ​Penyesuaian Tarif: Menghapus seluruh program promosi atau layanan aplikator yang melanggar tarif dasar sesuai SK Gubernur. Massa meminta konsistensi tarif bersih sebesar Rp2.000/km untuk seluruh layanan roda dua dan Rp3.800/km untuk pengemudi roda empat.

Himbauan Kemacetan
​Mengingat jumlah massa yang mencapai ribuan, Samuel menghimbau warga Surabaya dan Sidoarjo untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, terutama di ruas-ruas jalan protokol yang akan menjadi rute aksi.

​"Kami menghimbau bagi masyarakat yang akan beraktivitas agar menghindari ruas jalan yang akan dilalui peserta aksi demi kenyamanan bersama. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya.

​Pihak kepolisian setempat diharapkan melakukan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran jalan selama aksi berlangsung di pusat kota.

​Najib /Redaksi 


Posting Komentar