Sorotan Publik! Ratusan Kades di Jombang ‘Pesta’ Motor Skutik Premium Lewat Dana Desa Mantra
JOMBANG|BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID –
Di tengah gencarnya kampanye efisiensi anggaran yang didengungkan Pemerintah Pusat, pemandangan kontras justru tersaji di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur. Ratusan Kepala Desa (Kades) kini tengah diselimuti kegembiraan setelah "banjir" anggaran melalui program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera) yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan dinas baru.
Hasil pantauan tim investigasi di lapangan, deretan motor matic kelas premium mulai menghiasi parkiran kantor desa di berbagai pelosok Jombang. Kendaraan operasional yang tergolong mewah untuk ukuran pelayanan publik ini diklaim sebagai sarana penunjang kinerja para pucuk pimpinan desa.
Kebebasan Memilih: Anggaran Fantastis Rp40 Juta Per Unit
Ada yang menarik dalam mekanisme pengadaan ini. Di bawah kebijakan Bupati Jombang, Warsubi, Pemkab tidak melakukan pengadaan secara terpusat. Sebaliknya, dana segar langsung digelontorkan ke rekening pemerintah desa, memberikan "kebebasan penuh" bagi para Kades untuk memilih "kuda besi" idaman mereka.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa setiap desa dijatah anggaran sebesar Rp40 juta per unit khusus untuk kendaraan dinas. Tak pelak, nominal menggiurkan ini membuat mayoritas Kades kompak memboyong skutik premium, dengan Honda PCX sebagai pilihan favorit.
"Motor ini dibeli menggunakan anggaran Desa Mantra tahun 2025 lalu. Selain untuk motor dinas, anggaran tersebut juga untuk honor RT/RW dan kegiatan kemasyarakatan," ungkap Kepala Desa Banjarsari, H. Basyarudin, saat dikonfirmasi awak media pada Senin (27/4/2026).
Dalih Serapan Anggaran di Tengah Isu Efisiensi
Langkah masif para Kades membelanjakan anggaran untuk motor baru ini memicu tanda tanya terkait urgensi di tengah situasi ekonomi saat ini. Namun, para pemangku kebijakan di tingkat desa berkilah bahwa realisasi cepat ini dilakukan demi menjaga rapor serapan anggaran.
Mereka mengaku khawatir, jika dana tersebut tidak segera "dihabiskan", desa akan dinilai memiliki kinerja serapan yang buruk. Hal ini ditakutkan bakal berdampak pada pemangkasan alokasi dana desa (DD/ADD) dari pemerintah pusat maupun daerah di tahun-tahun mendatang.
Kinerja atau Sekadar Fasilitas Mewah?
Meski menuai sorotan tajam mengenai relevansi pengadaan motor mahal di tengah isu penghematan negara, para Kades tetap bergeming. Mereka berdalih bahwa fasilitas mewah ini adalah bentuk apresiasi yang akan berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"Pemberian motor baru ini tentu membuat kami lebih bersemangat dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat di desa," cetus Shony, Kades Pucangsimo, dengan nada optimis.
Program Desa Mantra memang menjadi program unggulan di bawah kepemimpinan Warsubi. Namun, publik kini menanti, apakah "semangat" yang dipacu oleh motor baru ini benar-benar akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, atau hanya sekadar menjadi ajang pamer fasilitas bagi para pejabat desa?
Pewarta: Tim Investigasi Jombang
Editor: Redaksi
