PETAKA MAKAN BERGIZI (MBG) DI SURABAYA: Tidak Hanya SD Dukuh 4 Tembok dan SD Raden Wijaya 10. SD lain Yang dapat Kiriman dari SPPG Tersebut, Juga Keracunan, APH Diminta Segera Bertindak!!!
SURABAYA || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID -
Dugaan kasus keracunan massal kembali mencoreng dunia pendidikan di Jawa Timur. Kali ini, puluhan siswa-siswi SD Raden Wijaya 10 Surabaya, SD Dukuh 4 Tembok, SD Pancasila, SD K Ubaid, jadi tidak hanya SD Raden Wijaya 10 saja yang beralamat di Jl. Demak Jaya III/55 menjadi korban setelah mengonsumsi paket program Makan Bergizi (MBG) pada Senin (11/05/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim BUSER MEDIA INVESTIGASI di lapangan, laporan pertama kali mencuat dari aduan wali murid yang mendapati putra-putri mereka mengalami gejala medis yang mencurigakan secara serentak. Gejala yang dirasakan meliputi pusing hebat, mual, hingga muntah-muntah tak lama setelah menyantap menu yang disediakan sekolah.
"Ada yang pusing dan mual setelah makan MBG. Apabila ada gejala lain di rumah, minta tolong diinformasikan ke saya. Info lebih lanjut akan saya share lagi," tulis narasumber internal sekolah dalam pesan singkat yang diterima redaksi.
FAKTA INVESTIGASI LAPANGAN:
Tim kami telah memverifikasi data narasumber kunci, yakni saudara Pandu Budiarto yang menjabat sebagai Wali Kelas di sekolah tersebut. Dari pantauan di grup WhatsApp sekolah, terungkap kepanikan luar biasa di kalangan orang tua murid. Hal ini menguatkan adanya indikasi kelalaian dalam pengawasan mutu pangan pada program MBG tersebut.
Seorang narasumber yang identitasnya kami rahasiakan menyebutkan bahwa distribusi makanan dilakukan sesuai jadwal, namun kualitas higienitasnya patut dipertanyakan. "Keracunan kabeh (semua)," ungkap narasumber dengan nada penuh kekecewaan terhadap sistem pengawasan pihak sekolah maupun vendor penyedia.

REAKSI DAN KONTROL SOSIAL:
Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph., selaku praktisi hukum sekaligus pimpinan tertinggi media ini, yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), juga merupakan Sosok Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik menyoroti tajam insiden ini. Beliau menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut nyawa anak-anak dalam skala besar.
"Ini adalah persoalan serius yang menyangkut keselamatan nyawa rakyat, khususnya anak-anak kita. Saya menegaskan bahwa hal ini harus segera ada penanganan serius dari Aparat Penegak Hukum (APH). Penanganan tidak boleh berhenti di tingkat medis saja; aspek hukumnya harus ditindak tegas!" ujar Gus Aulia.
Sebagai bentuk kontrol sosial, BUSER MEDIA INVESTIGASI bersama DPP PWDPI mendesak APH dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan dan melakukan uji laboratorium secara transparan.
"Jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang dan jabatan dalam pengadaan program Makan Bergizi ini. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Kasus ini tidak bisa didiamkan, harus diselidiki tuntas. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian fatal, pihak terkait harus diproses secara hukum!" tegas Gus Aulia dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih terus melakukan pengembangan data di lapangan untuk memastikan jumlah pasti korban dan meminta klarifikasi resmi dari Pihak SPPG Demak Madya Surabaya serta pihak penanggung jawab program MBG tersebut.
Adapun Pihak Polrestabes Surabaya Melalui Tim Inafis sedang melakukan Investigasi dan menyelidiki lebih dalam terkait adanya keracunan Masal yang menimpa sekolah sekolah yang dapat kiriman Dari SPPG Demak Madya yang Kini diduga jadi penyebab Anak anak SD Raden Wijaya 10 Keracunan juga SD lainnya.
Berdasarkan keterangan Narasumber utama memberitahukan pada Redaksi bahwa disekolahnya yang mengalami keracunan langsung ditangani dengan Sat Set gerak cepat demi menyelamatkan anak anak yang keracunan, Lalu kami berkoordinasi dengan puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut dan ada juga yg dilarikan di rumah sakit IBI jalan Dupak, Ujar Saksi sekaligus Narasumber.
Adapun Sekolah Sekolah yang mendapat Kiriman dari SPPG Tersebut Mayoritas keracunan Semua, diantaranya yang baru redaksi ketahui SD Raden Wijaya 10, SD Raden Wijaya 9 dan SD Pancasila dan lain lain masih dalam investigasi akan kami update dilanjutan berikutnya
Redaksi Selalu Komitmen Memberikan Ruang Kesempatan kepada Para Pihak pihak terkait untuk memberikan penjelasan klarifikasi dan konfirmasi serta koordinasi terkait adanya temuan tersebut dan demi mengungkap Fakta di balik Berita serta guna menyajikan informasi pemberitaan yang berimbang melalui WhatsApp Redaksi 0822-5758-7374.
laporan: Tim Investigasi
Editor: Redaksi
