Tragedi Maut di Perairan Gresik, Perahu Muat 3 Ton Besi Tua Karam,Dua Orang Selamat Satu MD dan Dua ABK Masih Dalam Pencarian Intensif!
GRESIK |BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID -
Suasana duka dan ketegangan menyelimuti perairan Pelabuhan Umum Gresik. Sebuah insiden laka laut maut terjadi pada Sabtu malam (2/5), melibatkan perahu nelayan bermuatan besi tua yang karam ditelan ombak. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjibaku melakukan penyisiran di tengah laut guna menemukan korban yang hilang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun tim investigasi di lapangan, perahu tersebut berangkat dari pesisir Lumpur, Gresik, menuju Kamal, Madura, sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengambil muatan besi tua. Nahas, saat perjalanan pulang menuju Gresik sekitar pukul 21.00 WIB dengan muatan kurang lebih 3 ton, perahu diduga dihantam gelombang dari kapal besar yang melintas.
Kondisi muatan yang berat membuat air cepat masuk ke lambung kapal. Kepanikan pecah di atas dek hingga akhirnya kapal miring dan tenggelam di depan dermaga Pelabuhan Umum Gresik.
Pantauan Langsung Ormas Madas dan Tim SAR
Ketua Madas Sedarah DPC Kabupaten Gresik, Abah Salim, turun langsung memonitor jalannya evakuasi dan pencarian korban. Dalam keterangannya kepada media, Abah Salim menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pencarian ini hingga tuntas.
"Kami dari Madas Sedarah DPC Gresik bersama Tim SAR Polairud dan Tim IT Media Madas, Gus Aulia, terus memantau setiap jengkal pergerakan di lokasi. Sampai sore ini, pukul 14.53 WIB, proses pencarian masih terus berlangsung. Kami memutari area koordinat tenggelamnya kapal yang memuat besi tua tersebut, namun tanda-tanda keberadaan dua korban lainnya belum juga terlihat," ujar Abah Salim dengan nada prihatin di lokasi kejadian, Minggu (3/5).
Gus Aulia, selaku Tim IT Media Madas, juga turut memantau melalui perangkat teknis untuk memastikan koordinat pencarian tetap akurat sesuai dengan titik jatuhnya kapal.
Data Korban
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, mengonfirmasi bahwa dari total 5 ABK yang berada di atas kapal:
• Selamat: 2 orang (dievakuasi oleh TB Wales dan KM Kutai Raya).
• Meninggal Dunia: 1 orang berinisial S (42), warga Tambak Dalam, Asemrowo, Surabaya. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina.
• Hilang (Dalam Pencarian): 2 orang berinisial H. A (60) dan H (32), keduanya merupakan warga Gresik.
Pencarian Terus Berlanjut
AKP Nyoman Ardita menegaskan bahwa Satpolairud Polres Gresik bersinergi dengan Basarnas, BPBD, Ditpolairud, KPLP, Kamladu, serta elemen masyarakat termasuk Madas Sedarah.
"Pencarian akan kami maksimalkan selama tujuh hari ke depan. Kami kerahkan seluruh personel dan armada untuk menyisir area sekitar kejadian," tegas AKP Nyoman.
Hingga sore ini, deburan ombak dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, komitmen dari pihak keamanan dan dukungan penuh dari ormas Madas Sedarah menjadi kekuatan utama untuk segera menemukan korban yang masih hilang.
Bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait keberadaan korban, diharapkan segera menghubungi layanan Lapor Kapolres (Cak Rama) di 0811-8800-2006 atau call center 110.
Pewarta: Tim Investigasi
Editor: Redaksi
