BREAKING NEWS

TRAGIS! Proyek Saluran Maut Margorejo Sabet Nyawa Pengendara, Wali Kota Eri Cahyadi Meradang: Copot Kepala Dinas dan Blacklist Kontraktor Nakal!

SURABAYA ||BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID  -
Aroma kelalaian menyengat kuat di balik proyek saluran air kawasan Margorejo Indah, Surabaya, yang berujung maut. Menanggapi insiden tragis yang menewaskan seorang pengendara motor, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, langsung mengambil sikap tegas. Orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini mengancam akan mencopot jabatan Kepala Dinas terkait dan memberikan sanksi hukum terberat bagi kontraktor yang terbukti teledor.

​Korban jiwa dalam insiden berdarah ini adalah Laila Endriati. Almarhumah mengembuskan napas terakhir setelah sepeda motor yang ditumpanginya terperosok ke dalam lubang menganga proyek galian saluran air di depan Plaza Marina, pada Jumat (12/6/2026) malam.

Gerebek Rumah Duka, Eri Cahyadi Tabuh Genderang Perang Melawan Kontraktor Lalai
​Pasca-kepulangannya dari ibadah haji, Wali Kota Eri Cahyadi tidak buang waktu. Ia langsung melakukan "sidak" takziah ke rumah duka di Jalan Kawatan VII, Bubutan, pada Sabtu (13/6/2026) malam. Di hadapan keluarga korban yang diselimuti duka mendalam, Eri menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemkot Surabaya, sekaligus menegaskan tidak akan memberi ampun bagi para pemangku proyek yang 'tidur' saat bekerja.

​"Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas! Hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya akan cek langsung dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), bagaimana pengamanan proyeknya. Kalau pengamanan tidak dilakukan dan dinas hanya diam saja, saya beri sanksi seberat-beratnya!" tegas Eri Cahyadi dengan nada tinggi.

Investigasi Lapangan: Pembatas Proyek Formalitas dan Asal-Asalan
​Berdasarkan hasil penelusuran awal di lapangan, terungkap fakta mencengangkan. Meski lokasi proyek diklaim telah dipasangi pembatas, namun pemasangannya diduga kuat hanya formalitas belaka. Pembatas dipasang tidak rapat dan menyisakan celah menganga yang mematikan, sehingga menjadi jalur masuknya sepeda motor korban hingga terperosok ke lubang galian.

​Guna mengusut tuntas adanya dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan proyek, Eri telah memerintahkan Tim Investigasi Inspektorat Kota Surabaya untuk bergerak cepat. Kepala Dinas hingga kontraktor pelaksana kini berada di bawah radar pemeriksaan intensif.

​"Saya tunggu hasil investigasi Inspektorat tiga sampai empat hari ke depan. Kalau memang dinasnya mandul dan tidak menjalankan tugas pengawasan sesuai aturan, saya copot Kepala Dinasnya! Saya ingin tahu siapa yang paling bertanggung jawab di sini, apakah pimpinan proyek atau kepala dinas," cetus Wali Kota.

​Eri menambahkan, meskipun pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir adalah prioritas, namun darah warga Surabaya tidak boleh tumpah demi sebuah proyek.
​"Pembangunan boleh jalan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya!" tekannya.

Korban Merupakan Kerabat Dekat Wali Kota
​Suasana haru kian terasa lantaran almarhumah Laila Endriati bukanlah orang asing bagi Eri Cahyadi. Korban diketahui masih memiliki hubungan kerabat dan merupakan sosok yang ikut membesarkan Eri sejak kecil di Kampung Kawatan.

​"Kampung Kawatan ini keluarga besar saya. Saya lahir di sini. Yang ikut membesarkan saya ya Mbak Endri dan Cak Sera. Karena itu saya datang bukan sekadar formalitas bersalaman, tapi ikut mendoakan dan mengawal keadilan bagi keluarga," ungkap Eri dengan mata berkaca-kaca.

BUSER MEDIA INVESTIGASI MENGIMBAU:
​Wali Kota Eri Cahyadi meminta seluruh lapisan masyarakat Surabaya untuk menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika menemukan proyek infrastruktur Pemkot yang ugal-ugalan, tidak dilengkapi rambu pengaman, atau membahayakan pengguna jalan, segera laporkan ke nomor hotline resmi Wali Kota.

​Jangan biarkan nyawa melayang sia-sia akibat kelalaian para pemburu proyek yang mengabaikan keselamatan publik.
(TIM/RED)

Posting Komentar