Detik-Detik Pria Surabaya Ambruk di Warkop Gresik, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman Pimpin Evakuasi dan Olah TKP
GRESIK|| BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Peristiwa memprihatinkan menggemparkan warga Dusun Gantang Baru, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat hendak membayar minuman di sebuah warung kopi pada Selasa (01/09/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Korban diketahui bernama INDRA PURYANTO (40), seorang karyawan swasta yang bertempat tinggal di Jalan Raya Sawo Bringin, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Kronologi Kejadian di Warung Kopi
Berdasarkan penelusuran tim Busermediainvestigasi.id, insiden bermula saat pemilik warung kopi, Nyamiatun (61), sedang melayani pembeli. Korban yang baru saja menyelesaikan minumannya beranjak untuk membayar pesanan. Namun, secara mengejutkan tubuh korban mendadak ambruk ke lantai dan tak sadarkan diri.
Sontak Nyamiatun berteriak meminta tolong. Pengunjung warung lainnya, Sumadi (28), segera mengecek kondisi korban. Setelah dipastikan korban sudah menghembuskan napas terakhir, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Menganti.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman Turun Tangan Respon Laporan Warga
Menerima informasi dari masyarakat, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K. bergerak cepat memimpin langsung anggotanya mendatangi lokasi kejadian. Jajaran Polsek Menganti segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta menggali keterangan dari saksi-saksi di lokasi.
Di bawah komando AKP Arif Rahman, proses evakuasi jenazah korban berjalan cepat dan kondusif. Petugas kepolisian mendampingi pihak keluarga membawa jenazah ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk menjalani Visum et Repertum (VER).
"Kami langsung merespon cepat laporan warga dengan mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian. Hasil pemeriksaan medis awal bersama tim dokter di RSUD Bhakti Dharma Husada menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tegas Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K.
Keluarga Menerima Sebagai Takdir
Lebih lanjut, AKP Arif Rahman menjelaskan bahwa pihak keluarga mengonfirmasi almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi dan gangguan saraf.
"Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi secara tertulis untuk menolak proses otopsi dan tidak menuntut pihak manapun. Keluarga menyatakan sudah ikhlas menerima kejadian ini sebagai takdir, agar jenazah almarhum dapat segera dibawa pulang untuk disemayamkan dan dimakamkan," pungkas AKP Arif Rahman.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian dipastikan aman dan terkendali, sementara jenazah telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga.
Tim Redaksi
