BREAKING NEWS

Bupati Gresik Buka Musrenbang RKPD 2027, Ingatkan Pembangunan Gresik Tetap Fokus di Tengah Tekanan Global

Gresik - BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik Tahun 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik, Senin (16/03/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Bupati Yani menekankan pentingnya penyusunan arah pembangunan daerah yang terukur, realistis, dan tetap berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Musrenbang RKPD menjadi tahapan penting dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Gresik pada 2027. Forum ini juga berfungsi sebagai ruang sinkronisasi antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kepala Bakorwil II Bojonegoro Tri Wahyu Liswati, jajaran Forkopimda, serta anggota DPRD Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Yani mengingatkan bahwa kondisi global yang belum stabil berpotensi berdampak pada perekonomian nasional, termasuk terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah. Karena itu, perencanaan pembangunan tahun 2027 harus disusun dengan penuh kehati-hatian.

“Aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musrenbang Perempuan, Musrenbang Anak, hingga Musrenbang kecamatan sangat baik. Namun kita tetap harus memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Bupati Yani.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus memperhitungkan kondisi fiskal secara realistis.

Menurutnya, dari total APBD Kabupaten Gresik sekitar Rp3,4 triliun, sekitar Rp1,5 triliun berasal dari transfer ke daerah (TKD). Ketidakstabilan global berpotensi memengaruhi besaran dana transfer tersebut.
“Jika kondisi global belum stabil, sangat mungkin terjadi perubahan signifikan terhadap dana TKD. Karena itu kita harus menyusun perencanaan pembangunan dengan cermat,” jelasnya.

Adapun fokus pembangunan Kabupaten Gresik pada 2027 telah ditetapkan dalam lima prioritas utama, yakni perbaikan infrastruktur Jalan Poros Desa (JPD), penanganan drainase kawasan perkotaan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan kualitas jalan lingkungan, serta rehabilitasi posyandu.

Forum Musrenbang juga diwarnai berbagai masukan dari peserta, khususnya terkait isu lingkungan seperti pengelolaan sampah dan alih fungsi lahan.

Menanggapi persoalan persampahan, Bupati Yani menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pengelolaan lingkungan. Salah satu indikatornya adalah capaian Kabupaten Gresik yang masuk dalam jajaran 35 kabupaten/kota terbaik menuju kota bersih dalam ajang Piala Adipura.

Terkait alih fungsi lahan, Bupati Yani juga menegaskan bahwa perlindungan tata ruang, khususnya lahan pertanian, telah diatur secara ketat dan tidak dapat dinegosiasikan.

“Tidak ada ruang negosiasi dalam tata ruang di Dinas Perizinan. Pemerintah pusat telah menetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam program Asta Cita yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama.

Perlindungan lahan pertanian dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas pangan sekaligus mengantisipasi berkurangnya lahan tanam akibat alih fungsi lahan di berbagai daerah.
 
YN / Redaksi 


Posting Komentar