BREAKING NEWS

MENGUNGKAP FAKTA DIBALIK BERITA : "Harga Janggal dan Dokumen Ganda, Pengiriman Solar PT HPE Berujung Penyelidikan”

Lamongan –BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID 
Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi Senen 13/04/2026 kembali mencuat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebuah truk tangki bernomor polisi L 822 CAB milik PT HPE yang dilaporkan mengangkut sekitar 10.000 kiloliter solar ditemukan terparkir di area gudang konstruksi di Jalan Raya Mantup.

Temuan ini berawal dari tim investigasi media yang melintas di lokasi dan mencurigai keberadaan armada tangki tersebut di area gudang konstruksi milik PT Mahatama Global Mayer. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya praktik penyelewengan BBM bersubsidi.
Seorang penjaga gudang yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut belum sempat melakukan pembongkaran muatan. Ia juga menyebut bahwa sopir tangki langsung diamankan oleh aparat dari Polres Lamongan.

“Sopirnya langsung dibawa polisi sebelum sempat bongkar. Saya tidak tahu permasalahannya, dan ini armada baru pertama kali tangki dari HPE kirim ke sini,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak perusahaan konstruksi yang disebut sebagai tujuan pengiriman membantah keterlibatan dalam dugaan penyimpangan tersebut. Direktur PT Mahatama Global Mayer berinisial D menegaskan bahwa BBM yang datang tidak sesuai dengan pesanan.

“Saya memang memesan BBM, tapi yang datang tidak sesuai dengan yang disepakati sebelumnya Rp. 13.000; Bahkan harganya jauh berbeda. BBM yang dikirim hari ini tanpa kordinasi harga Rp 23.000; tidak saya terima. biar dibawa balik tegasnya.

Sementara itu, Cahyo selaku pengurus tracking dari pihak PT HPE membenarkan adanya pengiriman ke lokasi tersebut, namun belum memberikan penjelasan rinci terkait perbedaan harga maupun spesifikasi BBM yang dikirim.

Kanit Tipidek Unit IV Polres Lamongan, Lisma, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sopir armada tangki diamankan oleh anggotanya yang sedang patroli diarea jln raya Mantup untuk penertiban dugaan maraknya penyalahgunaan BBM  bersubsidi sopir dimintai keterangan terkait dokumen LO/DO. Ia menyebut bahwa secara administrasi BBM tersebut dinyatakan sesuai.

“BBM tersebut sudah sesuai. Jika masih ragu, silakan konfirmasi langsung ke sopir atau pihak pengurus. Mereka masih berada di lokasi armada,” jelasnya.

Namun fakta dilapangan , ada dua surat yang berbeda PT. HPE dan PT. PGU sopir tangki berinisial B menjelaskan bahwa BBM tersebut diambil dari Bojonegoro, kemudian dikirim ke Depo Dovechem Maspion Terminal DMT, sebelum akhirnya diarahkan ke PT Mahatama Global Mayer.

“Untuk lebih detail, silakan konfirmasi ke Polres Lamongan. Saya tadi sudah memberikan keterangan di sana,” ujarnya.

Burhan  perwakilan PT PGU  Power Generation Unit membenarkan BMM tersebut diambil dari TWU Triwahana Universal Bojonegoro ia mengatakan untuk harga / liter Rp 23.000; daripada rugi banyak barang tersebut tarik balik
Hingga berita ini diturunkan, pihak tim gabungan media masih melakukan pendalaman terkait dugaan penyalahgunaan BBM tersebut.

Redaksi Melalui Saluran WhatsApp Selalu Komitmen Memberikan Hak Jawab hak koreksi, konfirmasi dan koordinasi maupun Klarifikasi terkait sebuah pemberitaan guna Menyajikan Keberimbangan dalam Pemberitaan. Karena Fakta dibalik Berita adalah utama.

Redaksi BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID Selalu Komitmen Menyajikan Fakta dibalik Berita dan Berdasarkan Fakta temuan dilapangan serta konfirmasi langsung ke para pihak terkait, Selalu ikuti saluran kami untuk mendapatkan Update terbarunya.

Tim/red

Posting Komentar