BREAKING NEWS

INVESTIGASI BLAK-BLAKAN! Borok SPPG Tembok Dukuh Terbongkar: Daging "Dikerubuti" Lalat Hingga Tak Kantongi Izin Sanitasi!

SURABAYA || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Tabir gelap di balik insiden keracunan massal yang menimpa 200 siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mulai tersingkap. Hasil investigasi lapangan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengungkap fakta yang mengiris hati sekaligus memicu amarah publik terkait standar kelayakan pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

​Dapur "Horor": Lalat Bebas Keluar Masuk, Diduga Jadi Sarang Tikus

​Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Mesakh, dalam rapat dengar pendapat (hearing) di DPRD Kota Surabaya, Rabu (13/5), membeberkan temuan fatal terkait proses handling bahan baku. Menu daging yang menjadi primadona baru justru diolah dengan cara yang jauh dari kata higienis.

​"Kami menemukan mekanisme memasak yang salah fatal. Daging beku di-defrost (dicairkan) di area yang tidak bersih selama hampir dua jam," tegas dr. Billy di hadapan para wakil rakyat.

​Selama proses pencairan tersebut, area dapur dilaporkan dipenuhi lalat. Lebih parahnya lagi, fasilitas trap insect (jebakan serangga) di lokasi tersebut dinilai abal-abal karena tidak memenuhi standar, sehingga lalat bebas masuk-keluar. Tim investigasi juga menyoroti akses masuk dapur yang tanpa penghalang, bahkan mencurigai adanya jalur masuk tikus ke area pengolahan makanan.

​Izin Bodong? SPPG Tembok Dukuh Belum Punya SLHS!

​Skandal ini semakin memanas saat terungkap bahwa SPPG Tembok Dukuh ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal, dokumen ini merupakan syarat mutlak dan "harga mati" bagi setiap penyedia jasa makanan untuk menjamin keamanan konsumsi bagi para siswa.

​Tanpa SLHS, operasional SPPG tersebut patut dipertanyakan akuntabilitasnya dalam menjaga nyawa ratusan anak didik yang mengonsumsi hidangan mereka.

​Menunggu Hasil Laboratorium BBLK

​Meski temuan di lapangan sudah menunjukkan kondisi dapur yang memprihatinkan, pihak Dinkes masih menunggu bukti otentik dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).

​Status Sampel: Sedang diuji di lab.

​Estimasi Hasil: 5 hingga 7 hari kedepan (Senin mendatang).

​Dugaan Awal: Kontaminasi pada menu krengsengan daging.

​Catatan Redaksi BUSER MEDIA INVESTIGASI:

​Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis di Surabaya. Bagaimana mungkin lembaga yang dipercaya mengelola gizi anak bangsa justru mengabaikan standar sanitasi paling dasar?

​Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian prosedur ini? Publik menanti ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum!

​Reporter: Tim Investigasi
Editor: Redaksi 

Posting Komentar