SOROT TAJAM: Anggota DPRD Jember "Terekam Kamera" Asyik Main Game dan Merokok Saat RDP Kesehatan, Publik: Tidak Beretika!
JEMBER || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Di tengah perjuangan rakyat mendapatkan layanan kesehatan yang layak, oknum wakil rakyat di Jember justru menunjukkan perilaku yang jauh dari kata terhormat. Sebuah video amatir mendadak viral dan memicu gelombang kecaman setelah memperlihatkan seorang anggota DPRD Jember yang asyik bermain game sambil merokok di tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi.
Kronologi Kejadian di Ruang Terhormat
Berdasarkan investigasi tim dari berbagai sumber media sosial, insiden memalukan ini terjadi pada Senin (11/05/2026). Saat itu, Komisi D DPRD Jember tengah menggelar rapat krusial terkait evaluasi dan pembahasan layanan kesehatan di Kabupaten Jember.
Rapat tersebut sejatinya dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari:
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember
BPJS Kesehatan
Seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember
Namun, di saat para mitra kerja memaparkan data dan aspirasi demi hajat hidup orang banyak, oknum dewan tersebut justru tertangkap kamera sibuk dengan layar ponselnya. Gerakan jari yang lincah mengindikasikan ia sedang asyik bermain game, ditambah dengan kepulan asap rokok di dalam ruangan formal yang seharusnya steril dan beretika.
Netizen "Ngamuk", Soroti Moralitas Pejabat
Pantauan BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, unggahan video tersebut langsung diserbu ribuan komentar pedas. Masyarakat menilai tindakan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap mandat rakyat.
"Mulane akeh pengen dadi pejabat, wong kerjo penake koyo ngene (Makanya banyak yang ingin jadi pejabat, karena kerjanya enak seperti ini)," tulis akun @m.c_uqi dengan nada satir.
Bahkan, netizen juga menyoroti atribut keagamaan yang dikenakan sang oknum. Akun @rkarnadinata secara terang-terangan melayangkan kritik keras: "Lepas kopiahnya Lek, astaghfirullah."
Respons Pimpinan Dewan: Sanksi Menanti!
Menyikapi kegaduhan yang mencoreng citra institusi, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, akhirnya angkat bicara pada Selasa (12/05/2026). Pihaknya mengaku sangat menyayangkan tindakan anggotanya yang dinilai tidak memiliki etika dalam forum resmi.
"Pertama, kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD," tegas Ahmad Halim saat dikonfirmasi.
Pimpinan DPRD Jember memastikan akan membawa kasus ini ke ranah internal untuk diberikan peringatan keras serta sanksi sesuai kode etik yang berlaku. Publik kini menunggu langkah nyata dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Tim / Redaksi
