GEGER! Tak Hanya Rekor Muri Yang Didapat, Namun Rekor Copet pun Turut Menyertai Festival Tumpeng Nasi Krawu Balongpanggang
GRESIK || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID —
Niat hati bersuka ria menikmati perayaan, puluhan warga malah pulang dengan tangan kosong dan berurai air mata. Kemeriahan Festival Tumpeng Nasi Krawu yang digelar di kawasan Islamic Center Balongpanggang, Kabupaten Gresik, berujung petaka. Bukannya pulang membawa berkah, acara ini justru menjadi "ladang basah" bagi komplotan pencopet yang leluasa beraksi di tengah lemahnya sistem keamanan panitia.
Sesuai dengan tajuk miris yang beredar: Tak hanya Rekor Muri yang didapat, namun rekor copet pun turut menyertai acara tersebut!
Korban Berjatuhan, Kerugian Capai Puluhan Juta
Berdasarkan investigasi dan pantauan tim di lapangan serta jagat media sosial, grup Facebook warga lokal mendadak banjir jeritan para korban. Mereka mengaku kehilangan barang-barang berharga di tengah lautan manusia yang berdesak-desakan tanpa adanya rekayasa arus pengunjung yang jelas.
Barang yang raib tak main-main. Mulai dari satu unit HP Vivo Y19s, hingga pengakuan seorang korban berinisial N yang harus menelan pil pahit karena kehilangan dua unit telepon genggam (Samsung dan iPhone) sekaligus dengan total kerugian ditaksir menembus Rp16 juta!
Tak berhenti di situ, korban lain berinisial W melaporkan dompetnya ludes digondol maling. Isinya? Kartu identitas, ATM, surat penting, dan uang tunai. Bahkan di kolom komentar medsos, ada warga yang menangis lantaran uang tunai sekitar Rp11 juta miliknya ikut lenyap tak berbekas.
Polisi Turun Tangan, "Panen Laporan"
Aparat kepolisian membenarkan adanya insiden memalukan yang mencoreng nama baik penyelenggaraan festival ini. Kapolsek Balongpanggang, AKP Wiwit Maryanto, mengonfirmasi bahwa markasnya kebanjiran warga yang melaporkan nasib nahas mereka.
"Benar, sudah ada laporan kehilangan yang masuk. Sementara ini tercatat ada puluhan laporan, mulai dari kehilangan HP hingga dompet," tegas AKP Wiwit saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
AKP Wiwit dengan tegas menyentil pihak panitia agar insiden ini menjadi bahan evaluasi total. Menurutnya, kerumunan massa dalam skala besar harus diiringi dengan mekanisme pengamanan dan ketertiban yang mumpuni, bukan dibiarkan kocar-kacir hingga mengorbankan masyarakat.
Panitia BUNGKAM, Lari dari Tanggung Jawab?
Di tengah jeritan puluhan masyarakat yang merugi, di mana panitia penyelenggara? Publik kini mempertanyakan dengan keras sistem pengamanan dan tanggung jawab panitia yang dinilai GABUK (gagal/kosong).
Ironisnya, saat tim jurnalis mencoba mengonfirmasi kekacauan ini, Ketua Panitia Festival, Agus Salim Lutfi, seolah lenyap ditelan bumi. Upaya konfirmasi yang dilakukan sejak Minggu (28/6/2026) malam melalui pesan WhatsApp maupun telepon berulang kali sama sekali tidak digubris. Sikap "tutup mata dan telinga" ini jelas memancing kecurigaan dan kemarahan publik. Ada apa dengan panitia?
Peristiwa ini menjadi tamparan keras. Kesuksesan sebuah acara tidak bisa hanya diukur dari hingar-bingar, jumlah pengunjung, apalagi sekadar mengejar plakat Rekor Muri, sementara keselamatan dan keamanan warga yang hadir dikesampingkan.
BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID akan terus mengawal kasus dugaan kelalaian massal ini hingga pihak penyelenggara berani tampil memberikan pertanggungjawaban di hadapan hukum dan masyarakat!
(Tim Investigasi/Red)
