DIDUGA GARA GARA REM BLONG ODONG-ODONG OLENG: Tabrak Dua Motor Di Boboh Menganti, Satu Pengendara MD Di TKP, Dua Luka Berat!
GRESIK || BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan wisata modifikasi (odong-odong) dan dua unit sepeda motor terjadi di wilayah hukum Polsek Menganti, Polres Gresik. Insiden berdarah yang menelan satu korban jiwa dan dua korban luka berat tersebut berlangsung di Jalan Raya Boboh, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, tepatnya di sekitar kawasan PT KATWARA, pada Sabtu sore (22/08/2026) sekira pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID, kecelakaan bermula saat kendaraan odong-odong yang dikemudikan oleh Nur Cahyono (38), warga Dusun Kalidandang, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, melaju dari arah selatan menuju ke utara.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan odong-odong tersebut mendadak hilang kendali (oleng) ke arah kanan hingga keluar dari jalurnya. Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (utara ke selatan), melaju dua unit sepeda motor, yakni Honda Vario bernopol W 2283 BQ yang dikendarai Ahmad Zaenal Arif (43), warga Desa Gadingwatu, Menganti, serta sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol W 5411 PX yang dikendarai oleh Suratno (39), warga Tambaksari, Surabaya, dengan membonceng Didik Eko Cahyono (42), warga Bareng, Jombang. Benturan keras pun tak terhindarkan.
Akibat hantaman hebat tersebut, pengendara Honda Vario, Ahmad Zaenal Arif, meninggal dunia (MD) seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, pengendara Yamaha Jupiter, Suratno, mengalami luka berat (LB) berupa luka sobek parah di bagian kaki kiri, dan pemboncengnya, Didik Eko Cahyono, mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan. Kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
RESPONS CEPAT TANGGAP POLSEK MENGANTI
Mendapat laporan dari warga sekitar, jajaran Polsek Menganti bergerak cepat mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi.
Kapolres Gresik melalui Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan kejadian peristiwa kecelakaan beruntun tersebut. Petugas kepolisian yang dipimpin Anggota Unit Lantas Polsek Menganti, Aipda Riyono, langsung mengevakuasi para korban dan mengamankan barang bukti di lokasi.
"Petugas langsung mendatangi TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. Korban luka berat langsung dilarikan ke RS Eka Husada Menganti untuk mendapatkan perawatan medis dan visum luka, sedangkan jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dimintakan Visum Jenazah," ungkap Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman.
Selanjutnya, penanganan perkara laka lantas ini dilimpahkan ke Piket Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik yang diterima oleh Brigadir Agus dkk untuk proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil analisis sementara kepolisian, faktor utama pemicu kecelakaan tragis ini adalah kelalaian pengemudi serta kelayakan kendaraan. Pengemudi odong-odong dinilai tidak berhati-hati saat mengemudikan kendaraan yang semestinya tidak diperuntukkan untuk jalan raya umum, serta kondisi kendaraan modifikasi tersebut yang tidak memenuhi standar keselamatan jalan (laik jalan).
Di akhir keterangannya, pihak Kepolisian Sektor Menganti kembali menegaskan komitmen pelayanan kepada masyarakat dengan slogan khas Polres Gresik:
"JADILAH ANGGOTA POLRI YANG BISA MERASA, BUKAN MERASA BISA. LAYANI MASYARAKAT DENGAN HATI (SENYUM, SAPA, SALAM)."
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan modifikasi/odong-odong di jalan raya utama karena sangat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Tim Redaksi
