BREAKING NEWS

Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2025–2029, Bupati Gus Yani Tegaskan Karakter Anak Dimulai dari Rumah, Bukan Gadget!

GRESIK|| BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID
Langkah taktis dalam menyelamatkan moral dan masa depan generasi muda Kabupaten Gresik terus digalakkan. Bunda PAUD Kabupaten Gresik, Ny. Nurul Haromaini, secara resmi mengukuhkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Gresik Periode 2025–2029. Prosesi sakral ini berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai IV Kantor Bupati Gresik, pada Rabu (20/05/2026).

​Agenda krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E. (Gus Yani), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, M.Pd., serta jajaran pengurus Pokja yang siap mengemban amanah lima tahun ke depan.

​Fondasi Emas Generasi Penerus

​Dalam arahannya, Bupati Gus Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik menaruh perhatian penuh terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, fase ini adalah fondasi krusial yang akan menentukan arah masa depan bangsa, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

​"Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Masa emas (golden age) ini sangat menentukan perkembangan anak. Karena itu, peran Bunda PAUD dan Pokja ini sangat strategis dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan stimulasi dan pendidikan terbaik sejak dini," tegas Gus Yani di hadapan para pengurus.


​Soroti Dampak Gadget: Orang Tua Harus Jadi Teladan!

​Berdasarkan pantauan tim investigasi di lapangan terkait tantangan era digital, Gus Yani juga memberikan warning keras kepada para orang tua. Di tengah masifnya gempuran teknologi, bupati muda ini menyoroti fenomena kecanduan gadget (gawai) pada anak yang sering kali dipicu oleh kelalaian orang tua sendiri.

​“Anak-anak sekarang adalah peniru ulung, mereka melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau orang tua terus-menerus bermain handphone, anak pasti akan mengikuti. Maka dari itu, stop lalai! Orang tua harus memberikan contoh yang baik dan bijak dalam penggunaan gadget,” cetusnya lugas.

​Etika di Atas Akademik

​Lebih lanjut, Gus Yani mengingatkan Pokja yang baru dilantik agar tidak hanya fokus pada kecerdasan kognitif atau akademik semata. Pembentukan karakter, etika, kesopanan, dan akhlak mulia harus menjadi instrumen utama yang ditanamkan sejak dari lingkungan keluarga.

​“Percuma anak itu pintar kalau tidak memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” imbuh Bupati.

​Sinergi Lintas Sektor

​Dengan dikukuhkannya Pokja Bunda PAUD Periode 2025–2029 ini, diharapkan tercipta sinergi yang solid dan transparan antara Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, tenaga pendidik, serta lingkungan keluarga.

​Pemkab Gresik berkomitmen penuh untuk mengawal anggaran dan program kerja yang berorientasi pada perlindungan tumbuh kembang anak, demi melahirkan generasi emas Gresik yang berintegritas dan bebas dari degradasi moral.

​Syam /Redaksi 

Posting Komentar