AKSI NYATA KEMANUSIAAN: Ketua DPC MADAS Gresik Turun Langsung, Ormas Madura Asli Sedarah All-Out Bantu Tim Gabungan Cari Pemancing yang Tenggelam di Sungai Kali Lamong
GRESIK, BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID –
Jiwa sosial dan kepedulian tinggi terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli (MADAS) Sedarah DPC Kabupaten Gresik. Begitu mendengar kabar adanya musibah warga yang tenggelam, jajaran pengurus dan anggota MADAS langsung bergerak cepat terjun ke lokasi kejadian untuk membantu operasi pencarian korban hilang di kawasan perairan Benowo.
Peristiwa tragis tersebut menimpa seorang pemuda bernama Lutman Hakim (23), warga Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya. Korban dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Kali Lamong (sekitar area jembatan rel kereta api Romokalisari), wilayah perbatasan antara Benowo (Surabaya) dan Gresik, pada Senin pagi (08/06/2026).
Kronologi Kejadian: Korban Terpeleset dari Atas Jembatan Rel Kereta Api
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun tim investigasi di posko pencarian lapangan, peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Kejadian bermula saat korban bersama rekannya sedang memancing dengan menaiki jembatan rel kereta api.
Naas, diduga karena kurangnya keseimbangan, korban mendadak terpeleset dan langsung terjatuh ke dalam aliran Sungai Kali Lamong yang diperkirakan memiliki kedalaman hingga 6 meter.
Melihat rekannya tercebur, rekan korban yang diketahui bernama Riski (24) sempat berupaya keras memberikan pertolongan dengan menarik korban. Namun sayang, derasnya arus sungai membuat upaya tersebut gagal. Riski yang ikut terombang-ambing di air berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan setempat yang kebetulan sedang melintas, sementara korban Lutman Hakim seketika hanyut dan hilang ditelan arus sungai.
Ketua MADAS Gresik Pimpin Personel, Sinergi Kuat di Medan Berat
Mendengar adanya laporan darurat kemanusiaan ini, Ketua DPC MADAS Sedarah Kabupaten Gresik, H. Muhammad Salim, S.Ag., tidak tinggal diam. Ia langsung memimpin dan mengomandani anggotanya untuk turun langsung ke lapangan guna memperkuat barisan Tim SAR Gabungan.
"Kami hadir di sini bukan semata-mata sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk membantu ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan. Begitu mendapat informasi ada pemuda yang diduga tenggelam saat memancing, kami langsung berkoordinasi dan mengerahkan anggota untuk ikut membantu proses pencarian," tegas H. Muhammad Salim dengan nada berwibawa saat ditemui jurnalis BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID di lokasi kejadian.
H. Muhammad Salim menambahkan bahwa sinergi lintas elemen merupakan kunci utama dalam percepatan penanganan situasi darurat seperti ini.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang sejak pagi terus melakukan penyisiran tanpa lelah. Semoga korban segera ditemukan dan pihak keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. MADAS akan terus mengawal dan mendukung penuh proses kemanusiaan ini selama dibutuhkan," pungkasnya.
Penyisiran Intensif di Area Hutan Mangrove dan Lumpur
Pantauan langsung tim media di lapangan memperlihatkan situasi pencarian yang berjalan cukup ketat. Anggota MADAS tampak bahu-bahu dan berkoordinasi aktif dengan unsur Basarnas, BPBD, Polairud, Satpol PP, TNI, PMI, Tim Call 112 Surabaya, serta jajaran relawan lainnya.
Tim Gabungan membagi area penyisiran menggunakan perahu karet serta menerjunkan tim penyelam di beberapa titik potensial. Medan pencarian terbilang cukup menantang karena dipenuhi oleh vegetasi hutan mangrove yang lebat serta area pinggiran sungai yang berlumpur tebal. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat juang para relawan kemanusiaan untuk terus mempersempit area pencarian guna menemukan keberadaan korban.
Sebagai informasi bagi masyarakat, korban Lutman Hakim (23) memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut:
• Rambut: Pendek
• Postur Tubuh: Kurus
• Warna Kulit: Sawo Matang
• Pakaian Terakhir: Mengenakan jaket warna krem, celana panjang hitam, dan sandal hitam.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan bersama Ormas MADAS Gresik masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Kali Lamong. Kehadiran MADAS dalam aksi cepat tanggap ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan rasa kemanusiaan tetap teguh dijaga di wilayah Gresik dan sekitarnya.
(Red/Tim)
