BREAKING NEWS

Modus Licin di Balik Penyekapan Lansia: Kerugian Capai 2 Miliar Rupiah

SURABAYA|| BUSERMEDIAINVESTIGASI.ID-
Tabir gelap dugaan penyekapan seorang lansia berinisial KC (80) akhirnya dibongkar oleh jajaran Polrestabes Surabaya. Ironisnya, otak di balik aksi keji ini diduga adalah LA (31), yang merupakan kekasih dari anak korban sendiri. Memanfaatkan kedekatan personal, tersangka disinyalir berhasil mengeruk harta korban hingga mencapai Rp2 miliar.

​Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, dalam keterangannya di Mapolrestabes Surabaya pada Kamis lalu, mengungkapkan bahwa tersangka menjalankan aksinya dengan sangat rapi selama kurun waktu enam bulan hingga satu tahun. LA diduga menciptakan narasi palsu kepada keluarga besar bahwa korban sedang menikmati masa tuanya dengan bepergian keliling Indonesia.

​Skenario "Sandiwara" di Balik Jeruji Apartemen
​Penyekapan ini ditengarai bermula pada Oktober 2025. Korban dibawa ke sebuah unit apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya. Di sana, tersangka diduga menyusun skenario manipulatif, seolah-olah dirinya juga menjadi korban penculikan oleh pihak lain demi menutupi jejaknya.

​Saking rapinya sandiwara yang dimainkan, korban bahkan tidak menyadari bahwa orang yang selama ini menemaninya adalah pelaku utama.
​"Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka karena mengira mereka sama-sama disekap," ujar Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan. Selama masa penyekapan, korban diisolasi di dalam unit apartemen yang terkunci dari luar tanpa akses komunikasi. Untuk kebutuhan logistik, tersangka diduga menggunakan jasa pengiriman yang diatur melalui orang suruhan guna menghindari kecurigaan petugas apartemen.

​Penguasaan Aset dan Kerugian Materiil
​Tak hanya merampas kebebasan fisik, tersangka diduga kuat telah menguasai aset finansial korban. Dengan dalih membantu menyelesaikan persoalan utang keluarga, LA disinyalir berhasil mendapatkan nomor PIN kartu ATM dan buku tabungan korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar. Dana tersebut berasal dari pencairan deposito serta penarikan tunai secara bertahap. Selain uang tunai, petugas juga tengah mendalami dugaan hilangnya perhiasan emas seberat satu kilogram dari kediaman korban.

​Jejak Digital Bongkar Kedok Pelaku
​Kasus ini mulai menemui titik terang setelah keluarga korban merasa ada yang janggal. Kecurigaan muncul karena korban tak kunjung pulang dalam waktu yang sangat lama, ditambah adanya pesan singkat mencurigakan yang meminta sejumlah uang dengan gaya bahasa yang tidak lazim. Penyelidikan mendalam melalui analisis rekaman CCTV akhirnya menuntun petugas pada lokasi penyekapan. Pada 16 April 2026, tim kepolisian berhasil melakukan penggerebekan dan mengevakuasi korban dalam keadaan selamat namun dalam kondisi psikologis yang perlu penanganan lebih lanjut.

​Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam konspirasi ini, serta memastikan proses hukum berjalan tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Njb / Redaksi 


Posting Komentar